Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau


Hari ini kita memasuki masa prapaskah, menjalani Retret Agung selama 40 hari.  Masa Prapaskah diawali dengan perayaan Rabu Abu, kita menerima abu di dahi sebagai tanda suka cita.

Rabu Abu menjadi penanda tekad kita dan sebagai tanda untuk berdoa dan berderma kepada sesama.

Seperti dalam bacaan pertama Kitab Nubuat Yoel, bertobat tidak hanya menyobek pakaian, bertobat bukan sekedar pamer kesucian, tetapi di wujudkan dalam sikap rendah hati.

Kita menerima abu di dahi yang mengingatkan kita manusia berasal dari debu, dan jangan "kemlinthi" dalam kehidupan ini.  Saat kita ingat akan kematian, dan akhir kehidupan yang menjadi peringatan akan kerapuhan diri kita. Apa yang kita banggakan dan kita sombongkan tidak akan abadi.

Yesus mengingatkan kita jangan jadi orang-orang yang jatuh pada pencitraan. "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka."




Puasa dan pantang dipersembahkan untuk Tuhan, dalam menjalankan berpuasa dan pantang dijalankan secara vertikal (spiritual) dan horizontal (sosial), dengan kata dan perbuatan.

Galeri klik disini


Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar