PS. Vokalfonsia bersama Seni Slaka

Menyanyikan lagu-lagu rohani, memuji dan memuliakan Allah merupakan cara menghayati dan mengungkapkan iman, terlebih diiringi musik akan membawa suasana hati yang sesuai yang dikehendaki.. Selain itu berolah seni suara, bernyanyi dan bermusik merupakan kegiatan pewartaan yang sangat  efektif. 

Dengan mendengar syair yang dilantunkan orang akan mudah menerima pesan, memahami perasaan, menerima ajaran dan nasehat serta terpanggil untuk bersikap.  

Pada awal mula lahir dan berkembangnya umat katolik di pulau Jawa,  sekitar abad ke 18,  sebagian besar penduduk masih buta huruf tidak dapat membaca dan menulis.  Kegiatan pewartaan yang paling tepat yaitu dengan cara melantunkan secara hafalan lagu “tembang” (Jawa)  yang berisi ajaran-ajaran dan  ayat-ayat sabda Allah.  Sedang musik pengiringnya dengan cara“tabuhan” (alat musik yang dipukul dengan tangan).  Alat musik yang mudah dibuat pada waktu itu berupa lingkaran kayu yang ditutup dengan kulit hewan ( rebana, kendang, tambur, terbang, dsb), melantunkan tembang-tembang rohani diiringi tabuhan di Jawa pada masa itu umumnya disebut  “ slawatan “

Tahun 1995 wilayah St. Yosef (wilayah utara pada waktu itu) berusaha mengangkat kembali seni slawatan itu dengan membentuk paguyuban Seni Slaka (Slawatan Katolik), dengan maksud berkesenian, mengungkapkan iman dan mewartakan sabda Allah. Dalam perkembangannya juga mengiringi lagu-lagu dalam Ekaristi kudus dan ibadat lainnya. Hingga sekarang hidup dan berkembang selama  20 tahun, pernah tampil di berbagai wilayah, daerah Jawa Tengah, Jawa barat, dan mengiringi Ekaristi kudus di beberapa Paroki Keuskupan Agung Jakarta. 

Paduan Suara Vokalfonsia Paroki St. Alfonsus, Nandan telah beberapa kali  menyanyi, koor dengan diiringi  seni Slaka St. Yosef.  Meskipun mengalami kesulitan untuk menyesuaikan antara aturan-aturan improvisasi seni yang tercantum dalam teks lagu dengan ritme rebana, kendhang dan jedor, tambur dan gong, namun tetap berusaha agar menjadi persembahan yang berharga dhadapan Tuhan dan umat.  

Pada Misa Ekaristi minggu Pra Paskah ke-2, minggu tanggal 21 Februari 2016 secara istimewa PS. Vokalfonsia diiringi Paguyuban Seni Slaka tampil mengesankan di Gereja St. Aloysius Gonsaga Mlati Sleman.  Misa hari itu merupakan Ekaristi Novena syukur bulan ke-5, dalam rangka 80 tahun Gereja St. Aloysius Gonzaga Mlati, Sleman.  Tepatnya Gereja berdiri dan diberkati pada tanggal 26 Juli 1936.  Perlu diketahui bahwa Paroki St. Alfonsus, Nandan pernah menjadi stasi  di bawah Paroki Mlati pada sekitar tahun 1960-an.

Selamat kepada umat dan pengurus Gereja Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati, Sleman, semoga perayaan 80 tahun Gereja Mlati mempererat ikatan umat dalam satu tubuh Kristus dan memberi kekuatan untuk bekerjasama demi perkembangan gereja.     (A.Paryadi / Humas PS. Vokalfonsia)






Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar