Konspirasi batin Minggu Prapaskah I, 18 Februari 2018 Pelangi


Allah melengkungkan busur cantiknya usai merendam seluruh kejahatan di bumi dengan air bah. Pun malaikat-malaikat melayani Yesus usai pencobaan berat di padang gurun. 

Selalu ada keindahan anugerah Allah yang bisa kaunikmati usai perjalanan yang melelahkan dan menyakitkan. Yang perlu kaulakukan adalah menemukan dan memandangnya... Bukankah demikian adanya? 

Setelah bencana besar selalu muncul gerakan solidaritas dari berbagai kalangan; setelah kekerasan atau peristiwa intolerasi muncul dialog dan usaha kerjasama; setelah penganiayaan dan kemarahan muncul kisah-kisah pengampunan dan ketabahan. Segurat pelangi mungkin tak sebanding dengan dahsyatnya air bah, namun cukup untuk mengatakan betapa Allah masih mengasihmu. 

Sayang, seringkali kau lebih suka berpanjang-panjang mengabarkan air bah ketimbang memandang pelangi; lebih suka mengawetkan kebencian, bencana, dan masalah ketimbang memandang setitik kebaikan di balik semuanya itu. Lalu, kuncup keindahan itu pun menjadi layu. 

Pelangi itu semakin memudar. Kabarkanlah selalu kebaikan, meski hanya setitik. Dan bila tak ada kebaikan untuk dipandang atau dikabarkan, lakukanlah kebaikan. Jadilah kabar baik itu sendiri.
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar