Jikalau Biji Gandum Jatuh ke Dalam Tanah dan Mati, Ia Akan Menghasilkan Banyak Buah

Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus menegaskan bahwa telah tiba saatnya Anak Manusia dipermuliakan. Artinya, Yesus telah siap untuk menghadapi jalan salib yang ngeri, penuh derita dan sengsara. Dialah Anak Domba Allah yang dikurbankan demi keselamatan kita. Dalam film the Passion of the Christ, karya Mel Gibson, Anda bisa melihat betapa sungguh hebat kengerian salib yang harus ditanggung oleh Tuhan Yesus. Benarlah bila biji tidak jatuh ke tanah dan mati, tak akan membuahkan kehidupan. Yesus sungguh luar biasa! 

Wafat Yesus di salib bukanlah kesia-siaan. Justru Dia wafat, jatuh ke tanah dan akhirnya berbuah limpah. Wafat Yesus sungguh produktif! Tak ada kebangkitan tanpa kematian di salib. Tak ada kesuksesan tanpa perjuangan/penderitaan.Yesus telah menunjukkan kepada kita penyangkalan diri untuk tidak lari dari salib. la mengalahkan kehendak diri-Nya untuk lebih mengutamakan kehendak Bapa menuntaskan perutusan-Nya demi menebus dosa manusia dan mengajak kita agar tidak takut berpeluh-berkotor tangan dan kaki, bahkan berdarah-darah demi kebenaran sejati. Yesus tidak memberi kita teologi sukses atau jalan tol yang halus minus dalam mengikuti-Nya tetapi justru teologi salib dan jalan tak rata bahkan penuh onak duri untuk membangun kita menjadi murid-murid-Nya yang berkualitas; bukan menjadi murid-murid yang loyo, mudah mengeluh dan mudah putus asa. Mari kita berjuang bersarna Yesus ***d2t. 
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar