Bersama Yesus Setia Melaksanakan Kebenaran dan Kebaikan

R3. Suatu hari, seorang lelaki pemarah menemui seorang kakek yang dianggapnya selalu menjadi orang yang tidak berkenan di hatinya.  Dia mendamprat sang kakek dengan kata-kata kasar.  Sang kakek mendengarkan dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun.  Akhirnya lelaki itu berhenti memaki.  Setelah itu, kakek bertanya, "Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kau tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu?" "Tentu saja menjadi milik si pemberi!" jawab pemarah itu.  "Begitu pula dengan kata-kata kasarmu," lanjut kakek itu, "Aku juga sama sekali tidak mau menerimanya.  Jadi itu adalah milikmu.  Kamu harus menyimpannya sendiri.  aku mengkawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karna kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan.  Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya.  Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri. "Lelaki itu mendengarkan sang kakek dan merasa malu.  Akhirnya, ia meminta maaf dan kemudian pergi.

Injil hari ini pun mengajarkan kepada kita untuk bersama Tuhan Yesus setia melaksanakan kebenaran dan kebaikan meskipun ditolak, direndahkan, diragukan,dihalangi, dipertanyakan, dsb. oleh orang0orang di sekitar kita.  Bisa jadi Anda pernah punya masa lalu yang tidak mengenakkan, dan banyak orang mengenal siapakah Anda di masa lalu itu.

Yang penting, Anda mau maju atau justru berhenti karena malu akan masa lalu?   Tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi lebih baik daripada masa lalu Anda yang mungkin kelam dan kelabu terlebih dengan pertobatan sepenuh hati.  tidak usahlah merasa malu untuk maju dalam kebenaran dan kebaikan.

Bila pun ada suara-suara sumbang, mulut-mulut nyinyir, biarkanlah dan tidak usah ditanggapi.  tetap lakukan kebaikan-kebaikan Anda dengan gembira, tulus dan pnuh semangat! Gyus, you can do better in your life!***d2t 
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar