Relung-relung Renung "Jangan takut, percayalah dan bangunlah!"

R3. Dalam Inji versi panjang hari ini (Markus 5:21-43), Tuhan Yesus tidak hanya membangkitkan anak gadis Yairus, tetapi juga menymebuhkan perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun lamanya.  Apa yang terjadi pada mereka berdua menjadi sebuah simbol dari pewartaan Kerjaan Allah yang dinyatakan Tuhan Yesus dalam sikap peduli dan hormat kepada yang sakit, lemah, miskin, difabel dan disingkirkan.  Bukankah dengan amat jelas di zaman ini, kita bisa melihat betapa banyak perempuan dan anak-anak seringkali dieksploitasi, dilecehkan dan tidak dihormati martabatnya?  Itu artinya mereka dengan sengaja dihina, dipandang rendah, disakiti dan dibuat mati.

Yesus pun malah ditertawakan saat ia menegaskan pada orang-orang yang mengatakan bahwa anak Yairus tidak mati, tetapi tidur.  Itu artinya, banyak orang seringkali justru menjadi penghalang bagi pemulihan martabat bagi orang-orang kecil dan tertindas.  Ingatkah Anda ketika beberapa lokalisasi ditutup? Banyak pihak justru menentang karena mereka sendiri ternyata ikut mengambil keuntungan tertentu dan tindakan eksplotasi prempuan yang pada dasarnya adalah sebuah tindakan sangat jahat dan berdosa.  Mari kita bersama Yesus memulihkan martabat mereka yang rawan dieksploitasi dengan ikut serta melindungi dan menjaganya agar tetap hidup-aman-sehat, dengan berkata "Jangan takut, percayalah dan bangunlah!"***d2t
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar