PENERIMAAN SAKRAMEN PENGUATAN OLEH MGR. ROBERTUS RUBIYATMOKO

                             

Hari Jumat (17/9) adalah hari yang dinantikan oleh para calon penerima Sakramen Penguatan di Paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Nandan. Pasalnya, para calon krismawan/krismawati sudah menunggu menerima sakaramen ini lebih dari dua bulan dikarenakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah Indonesia per 2 Juli 2021. Seperti yang kita tahu, dikarenakan melonjaknya kasus positif COVID-19, pemerintah menerapkan PPKM Darurat yang berimbas pada ditutupya semua kegiatan sosial termasuk kegiatan ibadah di gereja. Sebanyak 99 penerima menerima sakramen penguatan ini yang langsung diberikan oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr. Hadir juga romo Paroki Nandan, Romo Dodit dan Romo Eko.

Dalam homilinya, Mgr. Rubi menyampaikan bahwa Yesus menjanjikan Roh Kudus dicurahkan bagi kita: “Ketika tiba saatnya, Dia akan mengutus Roh Kudus yang berasal dari Allah Bapa untuk kita semua.” Roh inilah yang dicurahkan pada manusia untuk membantu kita mengenal kebenaran. Kebenaran yang dimaksud adalah mengimani Yesus Kristus bahwa Ia adalah Sang Juru Selamat dan Sang Penebus. Karya Roh Kudus adalah untuk mendampingi, mengarahkan, dan menuntun kita pada kebenaran sejati, yaitu Yesus Kristus. Roh Kudus pula untuk menerima karunia dengan a) semakin mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan Juru Selamat dan b) mewartakan kepada orang lain walaupun kita mendapat penolakan. Walaupun mendapat penolakan, kita harus bersedia untuk berjuang hingga akhir.

“Melalui pembaharuan ini, kita harus bersedia menolak semua yang berasal dari setan serta tindakan-tindakan kegelapan. Kita harus meninggalkan semua yang bertentangan dengan kehendak Allah,” tambah Mgr. Rubi. Kita harus memiliki tekad untuk memperbaharui iman dan mengokohkan diri dalam kepercayaan dan iman kepada Allah dengan upaya dan usaha. Salah satu wujud yang bisa dilakukan adalah berkontribusi dalam paroki di tingkat lingkungan, wilayah, atau paroki dengan menjadi lector, koor, prodiakon, atau bahkan menjadi biarawan biarawati. Paroki hanya akan berkembang jika kita bergerak dan berdinamika bersama untuk mewujudkan pembangunan. “Mari bersama-sama menjadi saksi-saksi Kristus yang rendah hati,” tutup Mgr. Rubi.

 

MHH

Tetap menjaga protokol kesehatan

Suasana penerimaan Minyak Krisma oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko

Suasana para krismawan-krismawati

                               

Galeri Foto, klik di sini.


 

 

Posting Komentar

0 Komentar