SARASEHAN SEMEDI SYUKUR


Sarasehan Semedi Syukur diselenggarakan pada hari Sabtu, 11 Juli 2015 di Joglo Antonio, diawali dengan sambutan dari Ibu Seto ucapan selamat datang kepada para Peserta Sarasehan.
Selanjutnya sambutan dari Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. yang menyampaikan bahwa “syukur kecil-kecil itu perlu”. Kita kumpulkan syukur kecil-kecil dalam doa syukur besar atau doa syukur agung ekaristi. Akhir kata Rm. Santo mengucapkan selamat berproses.

Meditasi syukur adalah mensyukuri anugerah-anugerah atas ciptaan tubuh, demikian disampaikan oleh Bp. Budi Sarjono.
Sebelum menyampaikan hal-hal yang lebih lanjut beliau mengatakan: “ PENYAKIT ORANG KATOLIK “ bahwa : ritual dianggap seolah-olah diikat dengan Allah, tetapi lupa bahwa Allah tinggal dari ujung ubun-ubun hingga kaki.

Pada sarasehan Semedi Syukur ini Bp. Budi Sarjono mengajak para peserta untuk mensyukuri atas organ-organ tubuh dan meminta maaf atas organ-organ yang sakit. (Dari otak, jantung, liver, ginjal, usus, tangan, hingga kaki – red) dengan cara hening dalam sikap bermeditasi, selanjutnya diikuti dengan senam meditasi yang berguna untuk mencegah asam urat, kolesterol, syaraf tulang belakang yang terjepit dan lain-lain.

Galeri foto klik disini

Idealnya bermeditasi dilaksanakan pada pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari sebelum tidur, namun apabila sudah terbiasa di stasiun kereta api pun dapat melakukan meditasi (apabila melakukan perjalanan jauh – red) Bp. Budi Sarjono mengatakan: “jika bermeditasi di stasiun tidak perlu memejamkan mata …………. nanti barangnya hilang !
Saat akan melakukan perjalanan jauh, maka pikiran dan hati selalu berpikir positif :“ SAYA AKAN MELAKUKAN PERJALANAN JAUH, SEHATLAH!”

Kontributor Retno
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar