DOSA MENURUT AJARAN KATOLIK

Sarasehan Lingkungan Lucia bersama Romo Kris

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepadaNya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu……” Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua…. (Yoh 8:7-8)

Manusia dan dosa, ibarat sekeping uang bermata dua, selalu berdampingan, sulit terpisahkan. Manusia senantiasa jatuh dan jatuh lagi dalam dosa. Lalu “Bagaimana Dosa menurut ajaran katolik”?  

Dalam kesempatan Sarasehan Lingkungan Lucia bersama Romo Kris pada kali pertama di tahun 2016 ini, “Dosa” diangkat sebagai tema. Bosan dengan rutinitas ibadat dan sarasehan yang biasa diadakan di lingkungan dan keinginan mendapat suasana baru agar jiwa menjadi segar kembali, maka Lingkungan Lucia mencoba mengemas Program kunjungan Romo menjadi semacam semi rekoleksi dan di lanjutkan ziarah bersama ke Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran. Bertempat di kediaman Ibunda Romo Kris, dengan didampingi Romo umat Lingkungan Lucia mencoba mendalami arti dosa dan bagaimana dosa menurut ajaran Katolik.

Kata “Dosa” sudah muncul sejak Kitab Suci Perjanjian Lama, tidak tanggung-tanggung, sebanyak 490 ayat dan sebanyak 230 ayat dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Dalam sejarah manusia, dosa itu hadir. Orang akan berusaha dengan sia-sia untuk tidak melihatnya atau untuk memberikan nama lain kepada kenyataan gelap ini. Supaya mengerti, apa sebenarnya dosa itu, orang lebih dahulu harus memperhatikan hubungan mendalam antara manusia dan Allah. Kalau orang tidak memerhatikan hubungan ini, kejahatan dosa tidak akan dibuka kedoknya dalam arti yang sebenarnya – sebagai penolakan Allah, sebagai pemberontakan terhadapNya – walaupun ia tetap membebani kehidupan dan sejarah manusia (KGK 386).

Hanya dalam terang wahyu Ilahi orang melihat apa itu dosa, terutama dosa asal. Wahyu ini memberi kepada kita pengetahuan mengenai Allah, dan tanpa itu orang tidak akan melihat dosa dengan jelas dan akan digoda untuk menjelaskan dosa sebagai satu gangguan dalam pertumbuhan, satu kelemahan jiwa, satu kesalahan atau sebagai akibat otomatis dari satu struktur masyarakat yang salah. Hanya kalau mengetahui, untuk mana Allah telah menentukan manusia, orang dapat mengerti bahwa dosa adalah penyalahgunaan kebebasan, yang Allah berikan kepada makhluk yang berakal budi, supaya mereka dapat mencintaiNya dan mencintai satu sama lain (KGK 387).

Dalam sakramen tobat umat beriman mengakukan dosa-dosanya kepada pelayan yang legitim, menyesali dan berniat untuk memperbaiki diri, lewat absolusi yang diberikan oleh pelayan itu, memperoleh ampun dari Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukannya sesudah baptis, dan sekaligus diperdamaikan kembali dengan gereja yang mereka lukai dengan berdosa (KHK 959).

Galeri foto klik disini

Secara lebih sederhana Romo menjelaskan bahwa dosa adalah terputusnya hubungan/relasi antara manusia dengan Tuhan. Terputusnya hubungan tersebut akibat pikiran, perbuatan, perkataan dan kelalaian. Hubungan yang putus perlu diperbaiki dan disambung kembali, dengan cara: bantuan orang lain; mencari yang digerakkan oleh niat/kehendak baik; mengaku dosa; dan perbuatan silih. Romo juga mengayakan keimanan umat dengan memberi renungan THE BRIDGE:
Ketika Tuhan menciptakan manusia, Tuhan memberikan manusia hak istimewa untuk masuk ke dalam hubungan dengan Dia.Tetapi hubungan ini rusak. Manusia terpisah dari Tuhan. Dosa memisahkan manusia dari Tuhan.
Dalam Injil dituliskan:
Rom 3:23  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan
                   Allah.
Gal 2:16   Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus….
Rom 6:23 Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
Ibr 9:27    Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.
Maka Tuhan mengirimkan Yesus Kristus untuk mengembalikan hubungan manusia dengan Nya. Yesus Kristus mati untuk dosa kita dan dia bangkit lagi sebagai jalan kebenaran dan hidup, asal  kita mau mendengar dan percaya maka kita akan bebas dari penghakiman, tidak akan dijatuhi hukuman dan memperoleh hidup yang kekal. “Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

Malam semakin larut dan sebagai akhir dari kegiatan ini, umat diberi kesempatan untuk berefleksi di Gereja HKTY Ganjuran. 
Terdengar senandung lirih:
….. terkadang kita merasa….. tak ada jalan terbuka….. tak ada lagi waktu….. terlambat sudah.
….. Tuhan tak pernah berdusta ….. Dia slalu pegang janjinya….. bagi orang percaya….. mujizat nyata.
….. Dia mengerti….. Dia peduli….. persoalan yang sedang terjadi.
….. Dia mengerti.….. Dia peduli….. Persoalan yang kita hadapi.
….. namun satu yang Dia minta….. agar kita percaya….. sampai mujizat….. menjadi nyata………


Share on Google Plus

About Paroki Nandan

1 komentar:

  1. Saya pernah mendengar homili yang menyatakan ada keselamatan di luar gereja, artinya orang yang tidak percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat juga dapat menerima karunia keselamatan. Saya bingung dengan argumen ini karena menurut artikel di atas semakin memperkuat pernyataan Yesus dalam Yohanes 14:6.

    BalasHapus