GUYUB #3: L. D. R.

... … … Anak-Ku tidak banyak yang Ku-inginkan dari padamu, Aku hanya menginginkan keselamatan-Mu di tengah-tengah dunia ini. Jadi, dalam kondisi apapun, Aku akan selalu menyertaimu. Tidak peduli kau ingat Aku atau tidak dalam keseharianmu, karena Gembala yang baik tidak pernah menginggalkan domba-dombanya … … …

Itulah sepenggal narasi permenungan yang dibacakan dalam acara GUYUB #3 (Minggu 5 Juni 2016). Sebagai penyelenggara, Paguyuban Lektor, pada GUYUB kali ini mengambil tema LDR (Long Distance Relationship). 
Galeri foto klik disini
LDR adalah sebutan yang sering dialami atau diungkapkan oleh kebanyakan kaum muda yang sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan. Lalu, apa artinya LDR kali ini? LDR merupakan masa dimana kita mengalami desolasi yang berarti jauh dari Tuhan.

Diskusi tentang LDR (masa desolasi) dibuka dengan sharing dari peserta untuk mengungkapkan pengalamannya tentang LDR. Banyak dari peserta mengungkapkan LDR sering terjadi karena kesibukan sehari-hari, seperti kuliah, pekerjaan, permasalahan hidup, bahkan hobby. Banyaknya kegiatan dan rutinitas membawa kita semakin larut dalam kondisi desolasi. Permasalahan pribadi seperti terlalu menutup diri, kurang bersyukur, tidak percaya diri, dll juga dapat menyebabkan keringnya suasana hati yang memicu LDR.

Romo Mateus Mali, CSsR sebagai narasumber membantu peserta untuk menghadapi masa LDR. Berdoa adalah kunci utama dalam menghadapi suasana hati yang kering.

  • Doa merupakan keterbukaan hati seseorang terhadap Allah untuk mengungkapkan perasaan, pengalaman hidup, keinginan dsb, yang merupakan gerak perjalanan hidupnya (Mrk 7: 20-23) karena yakin Allah berjalan bersamanya (Mat 28:20).
  • Puncak doa adalah: penyerahan diri secara total dan menyeluruh kepada kekuatan Allah dan kekuasaan Allah (Mat 26: 36-46: “terjadilah menurut kehendakMu....”)
  • Hati adalah tempat doa. Hati selalu berarti keadaan manusia yang total (seluruhnya) di hadapan Allah. Manusia bukan badan dan jiwa melainkan seluruh dinamika hidup sebagai sebuah organisme. Hati juga berarti kehidupan itu sendiri. Jadi, marilah kita berdoa secara sungguh dengan hati kita (bukan dengan pikiran semata).

Materi selengkapnya dari Romo Mali dapat klik disini.
LDR dengan Tuhan bisa dialami oleh siapa saja. Namun satu hal yang pasti, dengan senantiasa bersyukur dan berdoa dapat membantu kita melewati LDR dan kembali pada Tuhan. Mencoba terbuka dengan orang-orang terkasih seperti orang tua, sahabat, romo, dll juga dapat membantu kita keluar dari permasalahan.
Melalui GUYUB dengan tema LDR ini, semoga semakin membantu kita untuk senantiasa menyadari bahwa Tuhan tetap setia mendampingi setiap langkah hidup kita, karena Dia-lah sang Gembala yang selalu setia menjaga kita domba-dombaNya.

Kontributor: Avilla & Emy

Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar