Pengantar Perjanjian Baru – BISA Juli 2016


Ilmu-ilmu muncul dan berkembang dalam sejarah.  Setiap periode sejarah adalah berbeda.  Untuk itu penting memahami konteks dalam membaca teks.  Orang akan kehilangan makna sebuah teks apabila melepaskannya dari konteks.

Tulisan Kitab Suci (KS), tumbuh pada zaman yang diwarnai dengan kekuatan sosial politik, religius dan budaya tertentu.  Demikian juga KSPB (Kitab Suci Perjanjian Baru) terbentuk dalam konteks zaman tertentu.  Zaman dunia perjanjian baru.
Dunia Perjanjian Baru
Yang dimaksud dunia PB adalah konteks kehidupan sosial politik-religius dimana tulisan-tulisan PB lahir dan terbentuk.
Tulisan-tulisan PB muncul dalam konteks sosial-religius Palestina, dan juga dalam konteks Yunani-Romawi di bawah kekuasaan politik Romawi, tetapi disatukan oleh bahasa dan budaya Yunani.
Maka ada tiga faktor utama yang membangun dunia PB.  Faktor-faktor tersebut masuk dalam teks-teks Perjanjian Baru. Tiga faktor itu ialah :
  1. Hellenism
  2. Kekaisaran Romawi
  3. Palestina LSaduki, Farisi, Esseni)

Hellenisme
Tokohnya Alexander Agung – 332 SM.
Invasi militernya ingin menempatkan budaya Yunani sebagai budaya yang mengatasi batasan-batasan nasional dimana semua orang dapat merasa berada dalam satu rumah.

Setiap daerah yang ditundukkan didirikan kota-kota koloni Yunani dengan membangun kota-kota baru atau juga dengan mengirim orang-orang Yunani untuk menghuni kota-kota itu.

Selain membangun kota, dibangun juga pelabuhan-pelabuhan perdagangan penting.

Galeri foto klik disini

Kekaisaran Romawi
Romawi : kekristenan muncul hampir bersamaan dengan berdirinya kekaisaran Romawi.  Maka kekaisaran Romawi menjadi ancaman terbesar bagi kekristenan, namun demikian juga justru menjadi persiapan bagi kekristenan.
Kekaisaran Romawi meliputi wilayah yang sangat luas di sekitar laut mediterania: dari Inggris sampai Maroko, Arab di bArat sampai Turki dan Romania.

Pelan-pelan, Roma menjadi pusat kekaisaran dan menjadi semakin kuat terutama setelah menguasai Afrika utara dan mengalahkan orang-orang dari Kartago.

Wilayah Siria-Palestina jatuh ketangan Romawi pada tahun 64/63 SM ketika Pompey mengalahkan kekuasaan dinasti Seleucus di Siria.

Setelah intrik-intrik politik yan gpanjang , perebutan kekuasaan, pembunuhan, konspirasi, dsb, pada tahun 27 SM Oktavianus berhasil menguasai seluruh wilayah Romawi.  Dia disebut Agustus (yang diagungkan, yang agung).  Ia memmulai sebuah periode damai dan makmur.

Ia memproklamirkan pax augusta atau pax romana, dan mereformasi sistem pemerintahan dengan mengambil alih semua kekuasaan ke dalam tangannya (legislatif dan administratif militer).

Sistem pemerintahannya menjadi kuat sampai abad V M.   Pada masa inilah kekristenan lahir dan berkembang dampai akhirnya pada awal abad IV diakui sebagai agama negara oleh kaisar Konstanstinus.

Dalam hubungannya dengan agama-agama asing, kekaisaran Romawi menerapkan dua kategori: Rligiones licitae (agama yang diakui), religiones illicitae (agama yang tidak diakui).. Kadang Roma bertidnak keras terhadap agama illicitae.  Yudaisme termasuk agama yang diakui dan dibiarkan hidp didalamnya.  Bahkan sering melindungi orang Yahudi dari kebencian kelompok lain.

Palestina
Faktor ketiga yang membangun dunia PB adalah Palestina.  Palestina dikuasai secara silih berganti oleh berbagai kekuasan besar dunia tahun 586 SM kerajaan Yehuda dikalahkan oleh Babilonia.  Yerusalem dihancurkan dan penduduknya dibuang ke Babilonia.  Pembuangan ini menandai penyebaran orang-orang yahudi ke berbagai tempat diluar Palestina.

Tahun 538 SM, Babilonia dikalahkan oleh Persia.  Orang-orang yahudi diijinkan kembali ke Palestina.  Dibawah EZRA dan Nehemia orang-orang yang kembali ini berjuang memulihkan identitas politik-religius mereka.  Atas prakarsa Ezra membangun kembali Bait Allah serta mengadakan pembaharuan religius.

Tahun 332 SM, Alexander Agung berhasil mengalahkan Persia dan mengambil alih kekuasaan Palestina.  Kemudian mengkampanyekan Hellenisme.

Dalam hal keagamaan, hellenisme bermaksud mendominasi pemujaan-pemujaan religius.  Yudea berhasil menjaga tradisi mereka dari pengaruh hellenisme.  Agama Israel adalah satu-satunya agama timur yang mampu bertahan dari pengaruh Hellenisme.

Tahun 175-165 SM, Antiochus IV Epifanes memrintah dan memaksa bangsa Israel untuk menerima Hellenisme.  Bentuk-bentuk peribadatan Yahudi dihapuskan dan diganti denan ritus-ritus religius yunani.

Tahun 63 SM, Palestina dikuasai oelh kekaisaran Romawi dimana invasinya dibawah komando Pompey.  Palestina menjadi negara boneka dan dibagi-bagi.  Wilayah Yudea dikuasai oleh Arkhelaus.

Dia kemudian dicopot oleh roma, Yudea dijadikan provinsi Imperial.  Pelaksanaan wewenang diserahkan pada Kirenius sebagai Gunernur Romawi untuk Siria.

Tahun 41-44 , Yudea menjadi negara vasal dengan Herodes Agripa (cucunya Herodes Agung) sebagai raja untuk seluruh Palestina.  Pada masa ini kaum kristiani dianiaya.  Dialah yang membunuh Yakobus dan memenjarakan Petrus (Kis 12).

Peristiwa yang kemudian menentukan wajah Palestina adalah kehancuran Yerusalem tahun 70 M.  Bait Allah dihancurkan oleh kekaisaran Roma.  Di bawah pax romana, orang Yahudi terpinggirkan.  Orang-orang yahudi berjuang bangkit pusatnya beralih ke Yamnia.

Menurut tradisi religius Yahudi ada tiga hairesis (partai, sekte, kelompok) yang memegang pandangan berbeda-beda .  Kelompok itu adalah Saduki, farisi dan Esseni, ada satu lagi Zelot.

Saduki  
Berakar pada keluarga imam zadok di Bait Allah Yerusalem. Ada anggapan bahwa imam-imam murni adalah imam yang berasal dari keturunan Zadok, imam agung pada zaman Daud dan Salomo.

Pada dasarnya kelompok ini beranggotakan keluarga para imam, aristrokrat, dan orang kaya.  Mereka menguasai level atas dalam jajaran pata imam.
Karena status mereka ayng tinggi, kehidupannya ditentukan oleh kepentingan politis dan cenderung menjaga status quo.

Farisi
Kaum Farisi sering diperlawankan dengan kaum Saduki.  Saduki itu kelompok imam, sedangkan Farisi ini kelompok awam.  Saduki mendasarkan diri pada kitab suci dan taurat tertulis.  Farisi memperkembangkan juga tradisi lisan yan gdiyakini sebagai bagian dari tradis leluhur.

Farisi (ibrani-perusim) artinya memisahkan diri.  Ada dua kemungkinan.  Farisi merupakan bentuk skisma religius politik yang terjadi pada periode bait Allah kedua.  Atau mereka yang memisahkan diri dari orang0orang atau hal-hal yang tidak bersih secara religius.

Tampaknya lebih menunjukkan pada mereka yang memisahkan diri dari ritual-ritual yang dianggap tidak bersih.  Mereka menjalankan secara ketat ketentuan hukum berkenaan dengan kesucian, sabbat, doa dan persembahan.
Saduki lebih konservatif, Farisi dikenal progresif dalan hal sikap terhadap agama dan inovasi dalam ajaran keagamaan.

Esseni
Kaum Esseni sekarang ini dikenal sebagai kelompok yang menghasilkan dokumen-dokumen laut mati atau Qumran.

Kata Esseni berarti saleh.  Mereka keturunan Hasidin yang berjuang mempertahankan kesetiaan terhadap tradisi religius-politik israel  berhadapan dengan tekanan Hellenis dibawah kekuasan Siria.
Kelompok Esseni dibawah guru kebijaksanaan menyingkir ke gurun untuk mempersiapkan “jalan Tuhan”.

Esseni tidak pernah disebut dalam KS, beda denganSaduki dan Farisi.  Namun dalam kenyataannya kelompok ini punya kesamaan dengan kaum kristen: misalnya, paham eskatologis, pengharapan dakan Mesias, keyakinan sebagai kelompok terpilih, penggunaan KS, perjamuan bersama, dan praktik pembaptisan.

Zelot
Meski hanya disebut sepintas dalam PB (Luk 6:15; Kis 1:13), kelompok zelot memainkan peranan penting dalam agama dan politik palestina abad pertama.
Kelompok ini miripdengan Farisi dalah segala hal, kecuali dalam semangat untuk merebut kemerdekaan dan ketidaksediaannya untuk mengakui siapapun sebagai tuan kecuali Allah.

Kaum Zelot adalah semacam sayap radikal dari kelompok Farisi.  Keterangan-keterangan itu akan membantu kita memhami ideologi mereka yang disebut dalam kitab suci dan latar belakangnnya.
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar