Pertemuan APP Minggu ke-5, "Buah Pertobatan Mengasihi Dengan Kata dan Perbuatan"

PERTEMUAN  V:
BUAH PERTOBATAN: MENGASIHI DENGAN KATA DAN PERBUATAN


PEMBUKA

Lagu Pembuka
Tanda Salib dan salam

P. Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus
U. Amin
P. Rahmat  Tuhan  Kita  Yesus   Kristus,  cinta   kasih  Allah  dan persekutuan Roh Kudus, bersamamu
U. Dan bersama rohmu.

Pengantar

Bapak-ibu, saudari-saudara yang terkasih,

Dalam Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk peringatan Hari Orang Miskin Sedunia yang pertama yang ditulis tertanggal 13 Juni 2017, Paus Fransiskus mengutip kata-kata santo Yohanes dalam 1Yoh 3: 18: "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan  dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran", sebagai inspirasi bagi kita semua dengan kesungguhan hati  tergerak untuk mewujudkan kasih sejati meski memiliki keterbatasan dan dosa. Dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, kita telah diajak  untuk  mengolah diri untuk  mensyukuri kelimpahan rahmat Tuhan yang lebih dulu mengasihi kita, memberikan diriNya secara total, bahkan dengan nyawaNya sendiri. Tuhan juga telah memanggil kita  untuk mau 'tergerak' oleh belas kasih, dengan sikap peduli, tidak acuh tak acuh terhadap aneka keprihatinan sosia yang ada di sekitar kita. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mengasihi semua orang dan berbelarasa, terutama terhadap mereka yang kecil dan menderita. Kita dipanggil untuk membuka mata, membuka hati, dan membuka tangan bagi mereka. Secara pribadi, dalam masa prapaska ini, kitajuga dipanggil untuk lebih mengenali dan mawas diri terhadap kerapuhan-kerapuhan yang kita miliki serta mengupayakan pertobatan yang konkret.

Sebagaimana diserukan dalam pesan Paus Fransiskus tersebut, dalam pertemuan ini kita diajak untuk belajar mengasihi bukan hanya dengan kata dan lidah, melainkan dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Oleh karena itu, secara khusus, dalam pertemuan terakhir ini, kita akan duduk bersama untuk menggagas dan merancang gerakan bersama kita untuk mewujudkan belarasa dalam komunitas atau lingkungan di mana kita berada.

Bapak-ibu, saudari-saudara yang terkasih,

Marilah kita mengawali pertemuan ini dengan menyadari kerapuhan dan dosa-dosa kita. dalam syukur atas belaskasih Allah dan dengan kerendahan hati marilah kita juga mohon ampun di hadapanNya.

Doa Tobat (bersama-sama)
P+ U Saya mengaku .......
P      Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U         Amin.

Doa Pembuka
P. Ya Allah, Bapa kami, ajarilah kami peduli, agar hati kami tidak tertutup dan buta akan penderitaan serta kesusahan sesama. Buatlah hati kami menjadi seperti hati Yesus, Putra-Mu, yang tergerak oleh belaskasihan melihat sesama, sehingga selalu mau membantu dan peduli. Jangan biarkan hati kami hanya mau mencari untung dan senang sendiri belaka. Jadikanlah hati kami menjadi baru, karena peduli dan mengasihi. Semua ini kami haturkan kepada-Mu, dengan perantaraan Kristus, Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa.
U. Amin

Lectio Divina
Sebagai pengantarsebelum membaca teks kitab suci, pemandu dapat memberikan panduan sebagai berikut:
  1. Bacalah teks Kitab Suci berikut dengan penuh perhatian, rasa hormat, dan perlahan-lahan.
  2. Bacalah teks beberapa kali dan konsentrasi pada sebuah kata atau sebuah kalimat yang secara pribadi menyentuh hati anda dan menggelisahkan anda untuk berani ambil bagian dalam gerakan bersama mewujudkan semangat belarasa.

1 Yoh 3: 16-24

Saudara-saudara, demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa la telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah- di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah la karuniakan kepada kita.

Suplemen Bacaan:
Pesan Paus Fransiskus terka{t Hori Orang Miskin Sedunia

Beberapa catatan  dari Pesan Paus Fransiskus dalam penetapan Hari Orang Miskin Sedunia
  • "Marilah kita mencintai bukan dengan kata-tata melainkan dengan perbuatan"

  • Solidaritas  Kristiani  harus  menjadi  perbuatan  nyata, karena sesama  yang  berkekurangan   diciptakan   dan dikasihi  oleh satu-satunya Bapa surgawi. Persekutuan Kristiani harus memajukan budaya perjumpaan yang sejati. Sikap berbagi hidup dengan kalangan orang miskin adalah solidaritas sebagai    tanda    dari persaudaraan yang nyata manusiawi.

  • Paus Fransikus mengajak mengupayakan beberapa hal yang sederhana terkait dengan saudari-saudara kita yang miskin dan menderita. Pertama, kita diajak untuk mau mendekati mereka yang miskin dan menderitas, bertatap muka, menyapa, memeluk mereka, dan membiarkan mereka merasakan kehangatan kasih yang memecah kesepian mereka.

  • Kedua, jika  kita  ingin  membantu  mengubah  sejarah  dan mendukung pembangunan yang sejati, kita perlu mendengarkan jeritan orang miskin dan membangun komitmen untuk mengakhiri peminggiran mereka . Kemiskinan adalah tantangan kita setiap hari. Wajah kemiskinan tampak dalam penderitaan, peminggiran, penindasan, kekerasan, penyiksaan dan penahanan, perang, hilangnya kebebasan dan martabat, kebodohan dan buta huruf, darurat medis dan kurangnya pekerjaan, perrdagangan dan perbudakan manusia, kemiskinan ekstrem dan pengungsian .

  • Ketiga, wajah kemiskinan hadir dalam diri kaum perempuan, laki-laki dan anak-anak yang mengalami eksploitasi karena kerakusan manusia, diremuk oleh mesin uang dan kekuasaan. Semua terjadi karena ketidakadilan sosial, ambruknya moral, gelojoh sebagian kecil orang dan ketidakpedulian banyak orang.

  • Di atas semuanya itu, sebagai orang kristiani untuk tidak bisa duduk santai saja dan bersikap acuh tak acuh atau tidak mau peduli terhadap mereka. Kita sebagai komunitas murid-murid Kristus diajak untuk berani mengembangkan dan mempertahankan gaya hidup yang lebih konsisten dan tulus yang dibangun di atas semangat berbagi, kesederhanaan dan kebenaran lnjil,

  • Oleh karena itu, dalam pertemuan terakhir ini, kita akan duduk bersama untuk tergelitik membuat gerakan bersama sebagai wujud perhatian kita untuk saudari-sa udara kita yang menderita.
Diskusi merencanakan aksi:
Menggagas dan merencanakan Gerakan bersama sebagai Aksi Nyata Mewujudkan Belarasa :
Berdasarkan catatan dalam pertemuan II dan III, pilihlah salah satu atau beberapa orang yang menjadi prioritas untuk dibantu sesuai kemampuan komunitas/lingkungan
Jika memungkinkan, semua dibantu. Jika tidak, pilihlah mana yang perlu mendapat prioritas bantuan :
o SekaIi saja mendapat bantuan yang bersifat karitatif
o Perlu terus menerus mendapat bantuan yang bersifat karitatif
o Perlu dibantu untuk diberdayakan menuju kemandirian

Untuk  bantuan  pemberdayaan,  cermati  persoalan (ekonomi)   apakah  yang  menjadi  sesungguhnya   mereka alami dan bersama-sama carilah solusi dalam gerakan bersama yang mampu dilakukan oleh lingkungan/komunitas. 

Tentukanlah pihak-pihak lain yang mau dan mampu diajak bekerjasama dalam gerakan bersama tersebut

Tentukan: apa, kapan, di mana, bagaimana rencana itu dilaksanakan, perkiraan biaya yang dibutuhkan, bagaimana mencukupi kebutuhan dana tersebut, dsb.

Beberapa contoh gerakan bersama :
o Gerakan pengumpulan koin untuk membantu anak­-anak yang kesulitan membayar sekolah, membantu biaya pengobatan , membantu biaya peti/pakaia n/pemakaman
o Gerakan orang tua asuh bagi anak- anak yang kesulitan membayar biaya sekolah; 10/ beberapa keluarga membantu 1 anak
o Gerakan lima roti dua ikan -solidaritas antar pelajar
o Gerakan kunjungan kepada orang-orang tua dan - orang-orang sakit
o Gerakan kunjungan ke penjara pada hari atau kurun wa ktu tertentu
o Foodcare bagi kelurga-keluarga kurang mampu pada hari-hari  tertentu
o Kunjungan ke panti-panti asuhan, pantiwredha
o Gotong royong perbaikan rumah, lantainisas i, 'kakus'-isasi,dsb
o Gerakan membeli beras, sayur, buah kepada petani lokal
o Gerakan peduli sampah
o Gerakan ..... (bisa diisi sendiri)


No
Keluarga yang akan dibantu
Persoalan pokok yang dihadapi
Solusi Gerakan bersama
Pihak yang diajak kerjasama
Kapan akan dilaksanakan






































Doa Umat Spontan 
Bapa Kami

Doa Penutup
P.  Ya  Bapa yang Mahakasih, hati PutraMu senantiasa tergerak oleh belas kasihan terhadap mereka yang miskin, menderita dan terbuang. Kobarkanlah hati kami dengan kasih sejati supaya kami senantiasa belajar untuk mengasihi, bukan hanya dengan kata dan lidah, namun dengan perbuatan nyata bagi sesama dalam ketulusan dan kerendahan hati. Pakailah hidup kami, tangan, kaki, dan semua yang kami miliki sebagai sarana berkatMu bagi semua orang dan apa saja yang kami jumpai supaya KerajaanMu terwujud di tengah-tengah kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
U. Amin

PENUTUP

Pengumuman 
Berkat
P. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
P. Semoga Allah yang Mahakuasa senantiasa memberkati kita, Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. ( masing-masing membuat tanda salib)

Lagu Penutup


Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar