Inilah Anak-Ku yang Terkasih, Dengarkanlah Dia

Saat ini, bisa dikatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah tujuan banyak orang dari berbagai tempat untuk berwisata entah wisata budaya, alam bahkan kuliner. Sementara itu, masyarakat pun semakin kreatif membuat spot-spot menarik bagi para wisatawan dalam mengabadikan keindahan tempat yang mereka kunjungi. Maka tak heran, acara foto pribadi (selfie) atau bersama (wefie) pun menjadi agenda wajib yang harus dilakukan agar keindahan itu tak berlalu begitu raja. 

Injil hari ini juga mewartakan kisah ketiga rasul yang naik ke bukit tinggi bersama Tuhan Yesus dan mengalami keindahan Ilahi saat Yesus berubah rupa di depan mereka disertai Musa dan Elia. Keindahan yang mengagumkan itu, membuat mereka sampai tidak menyadari harus berkata apa sehingga akhirnya mereka tersadar saat mendengar suara dari dalam awan yang menyelubungi: "Inilah Anak-Ku terkasih, dengarkanlah Dia! Keindahan itu nantinya akan memuncak dalam keagungan sempurna ketika Tuhan Yesus mengurbankan diri di kayu salib. 

Sebagaimana Abraham yang mendengarkan perintah Allah untuk mengurbankan Ishak anaknya yang tunggal dan melaksanakannya meskipun disertai hati remuk redam, ternyata Allah membuat semuanya indah pada waktunya. Kurban Abraham yang hatinya galau dan tak tahu barus berkata apa, akhirnya menjadi kurban yang menyelamatkan keturunannya. 

Berkurban menjadi sebuah keindahan orang beriman jika dilaksanakan dalam keikhlasan hati. Janganlah kita justru menjadi orang yang lebih suka mengorbankan orang lain demi ambisi pribadi. Sudahkah aku mendengarkan suara Tuhan dan berkurban khususnya di masa Prapaskah ini dalam perwujudan nyata sebagaimana Tuhan Yesus telah melaksanakannya?* *d2t 
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar