Konspirasi batin minggu, 4 Februari 2018 "Ruang teduh"



Injil yang kaudengar hari ini, Markus 1:29-39, seluruhnya bercerita tentang kesibukan Yesus. Seluruhnya. Kecuali satu: ayat 35 yang mengisahkan Yesus pergi berdoa sendiri di pagi buta. Bahkan, ketika seluruh waktu Ia habiskan untuk melayani, Ia tetap menyisihkan ruang teduh untuk berdoa..

Masih adakah ayat 35 dalam hidupmu? Satu ruang teduh yang selalu kaupersembahkan hanya, dan hanya antara kau dan Dia? Ataukah hidupmu berlari begitu angkuh? Kau memburu waktu demi keping-keping materi dan prestasi; menganggap doa dan ruang teduh adalah pemborosan waktu; mencari Misa yang paling singkat, itu pun kau datang terlambat dan pulang cepat. Atau bahkan, dengan bangganya kaupamerkan kesibukan yang membuatmu tak sempat berdoa dan merayakan Misa.

Tanpa ruang teduh, tak pernah ada pelayanan sejati. Hidupmu hanya rentetan target dan tuntutan: kering dan melelahkan. Lalu kau mencoba memaafkan diri dengan menulis status berbau rohani berlampir fotomu; kausebarkan renungan harian yang kauambil entah dari mana, sementara kau tak pernah misa harian atau berdoa...

Kau bicara panjang lebar tentang Tuhan, tapi tak pernah punya waktu untuk menjumpaiNya secara pribadi.
Sok kenal
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar