Konspirasi batin minggu Prapaskah 4, 11 Maret 2018 Terang yang tak semarak

Injil Yohanes mengingatkanmu, "terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang". Kau pun sadar, betapa sulitnya berpaling dari kenikmatan semu yang meracik dosa; betapa beratnya mengorbankan kesenangan diri demi kebaikan. Betapa enggannya kau beranjak pada terang...

Tak mengherankan. "Terang" itu tampil tak menarik untukmu: ia mengajakmu sederhana - bahkan miskin, rendah hati, sabar, masuk dalam kesunyian, rugi, mengaku dosa, bergaul dengan kaum tersingkir, dan sebagainya. Sebaliknya, "kegelapan" itu tampil begitu memikat dan semarak: glamor, berfoya-foya, pamer, angkuh, membenarkan diri, memanjakan diri sehabis-habisnya, menutup mata pada kekurangan orang lain, dan segala hal lain yang terlalu menarik untuk diabaikan. Kegelapan itu tak menakutkan sama sekali. Ia memikatmu...

Satu pertanyaan saja: masihkah ada ruang dalam bilik hatimu yang mau terpikat pada terang yang tak menarik itu?
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar