Misa Malam Paskah "Kasih Zaman Now...Talkless Do More"


Puncak perayaan tri hari suci di selenggarakan pada malam Paskah (sabtu, 01/04/2018).  Misa malam Paskah diselenggarakan dua kali, yaitu :

  • Misa malam Paskah pertama, dipimpin oleh romo Paskalis Bayu Edvra, Pr
  • Misa malam Paskah kedua, dipimpin oleh romo Antonius Dodit Haryono, Pr

Pada malam yang amat suci ini, Tuhan Yesus Kristus beralih dari kematian kepada kehidupan.

Misa Malam Paskah Pertama  "Keselamatan dan Pelayanan"


Bicara mengenai simbol Paskah, apa yang kita rayakan?
Pada lilin paskah, terdapat simbol Alfa dan Omega, awal penciptaan dan akhir zaman.
Setiap Paskah kita merayakan satu titik antara Alfa dan Omega, yang mengingatkan bahwa Allah terus berkarya dalam hidup kita

Salib melambangkan relasi antara manusia dengan Allah, dan relasi manusia dengan sesama manusia.  Meski dalam jaman yang berbeda, isinya sama , yaitu keselamatan dan pelayanan, tetapi wadahnya yang berbeda.

Sejarah keselamatan tidak hanya diisi dengan tokoh-tokoh besar, tetapi juga orang-orang biasa yang tidak terkenal.  Allah berkarya lewat mereka, dalam drama penyaliban, Simo dari Kirene, Nikodemus, wanita-wanita yang menangis, Veronika yang mengusap wajah Yesus. Allah berkarya lewat mereka.

Saat ini, pengganti para rasul adalah Paus dan uskup-uskup.  Allah berkarya lewat mereka, melalui kotbah-kotbah, seruan dan kebijakan gereja.

Kita pun ambil bagian juga dalam karya Allah, seperti tokoh-tokoh diatas.  Ketika kita mendengarkan bisikan Roh Kudus, ketika kita menyempatkan berdoa untuk orang lain, menerima sakramen-sakramen, dan terutama melakukan kebaikan untuk orang lain disekitar kita.

Inilah iman jaman now.

Tak perlu banyak bicara, biarkan mereka melihat kebaikan dalam diri kita, biarkan kebaikan itu yang bicara...talkless do more.

Mari merenungkan gempita Paskah, kita juga ambil bagian dalam karya keselamatan Allah dan membiarkan Roh-Nya bekerja dalam diri kita, menjadi saksi cinta kasih dan ikut menyelamatkan dunia

Misa Malam Paskah Kedua "Paskah mengajak untuk hidup baru dalam Kristus"

Galeri foto klik disini

Malam ini menjadi puncak rangkaian tri hari suci Paskah, dimana kita menantikan Kristus tuhan yang diwujudkan dalam upacara cahaya dengan penuh syukur dan sukacita.

Semua yang hadir dalam misa menunjukkan suka cita dalama menyambut Paskah.  Betapa Allah kita sungguh konsisten mengasihi kita dengan kata dan perbuatan.

Sejak awal dunia, Allah menciptakan manusia agar hidup dalam cinta kasih Allah.  Manusia diciptakan dalam citra Allah. Apa yang diciptakan Allah semuanya baik adanya.

Dalam upacara cahaya, lilin lambang Tuhan Yesus Kristus, terang kehidupan, dan melalui Paskah iman kita menjadi nyata. 

Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar