Konspirasi batin Kenaikan Tuhan, 10 Mei 2018 "Kehilangan"


Tentu. Tentu saja para murid merasa kehilangan dengan naiknya Yesus ke surga. Mengapa Ia tidak menemani mereka saja di dunia ini sepanjang sejarah? Mengapa harus ada momen di mana ia menghilang secara fisik dari dunia? Tahukah Ia, betapa beratnya melanjutkan karya yang ditinggalkan-Nya?

Nyatanya, para murid justru berkembang pesat lewat pengalaman kehilangan Yesus secara fisik tersebut. Mereka yang tadinya peragu, sulit mengerti, emosional, dan tidak peka, kemudian menjadi pejuang-pejuang pewarta cinta kasih yang kokoh dan tangguh. Kehilangan Yesus membuat mereka sadar betapa warisan pewartaan itu kini ada di bahu mereka. Tekad itu akhirnya diteguhkan pula lewat hadirnya Roh Kudus.

Pernahkah kau kehilangan seorang yang kaucintai? Apa yang kaurasakan? Sedih? Kecewa? Marah? Rindu? Tak mengapa. Para murid pun merasakan hal yang sama. Namun, jangan berhenti di situ. Bertumbuhlah lewat kehilangan; teruskanlah kebaikan-kebaikan mereka; belajarlah rendah hati dan lepas bebas menerima kehendak Allah; dan mohonlah Roh untuk bertumbuh dalam kehilangan tersebut.

Lupakah kau, bahwa Justice League tidak akan terbentuk kalau tak ada pengalaman kehilangan Superman? Bahwa prasasti-prasasti dan karya-karya seni besar dunia juga lahir dari pengalaman kehilangan? Bagi orang lemah, kehilangan itu mematikan. Namun, bagi orang tangguh, kehilangan itu mendewasakan.

Maka, kusarankan padamu, Mblo... segeralah mencari jodoh, supaya kamu juga punya pengalaman kehilangan. Tidak mungkin kamu kehilangan sesuatu yang tidak pernah kamu miliki, kan?💃
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar