Konspirasi batin minggu, 24 Juni 2018 "Solitudo"

"Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai dia."

Adakah perkataan itu menjadi nyata? Barangkali, kamu membayangkan bahwa seseorang yang disertai Tuhan hidupnya akan serba mudah, menyenangkan, sukses, aman, dan membanggakan orang tua dengan segudang prestasi.

Nyatanya? Yohanes Pembaptis justru menjalani hidup yang sangat sunyi dan keras. Ia menyepi di padang gurun. Ia menyerukan tentang Mesias seorang diri, ketika bahkan murid-murid Yesus pun belum sadar. Ia mengingatkan Herodes, ketika tak seorang pun berani menyinggung persoalan rumah tangga aristokrat. Murid-muridnya dia minta mengikuti Yesus. Ia dipenjara, lalu mati dipenggal dalam kesunyian, hanya untuk memuaskan syahwat kuasa.

Dalam ukuranmu zaman sekarang, barangkali kau akan mengatakan dia ini orang terkutuk. Tapi tidak. Itulah cara Tuhan menyertai Yohanes: tidak membiarkan pendar kebenaran dan iman dalam dirinya meredup sedikit pun, meski harus menjalani hidup yang sunyi dan keras.

Dan bukankah sampai sekarang pun mereka yang berani menyuarakan kebenaran seringkali harus berjuang sendiri dan menjalani hidup yang tak mudah? Tak heran, kamu memilih diam ketika ada yang salah di sekitarmu. Mungkin kamu cari aman. Agar hidupmu mudah; dan tetap banyak kawan. Sebab kesunyian sudah terlanjur kauanggap aib atau kutukan.

Kalau kesunyian seorang veteran jomblo atau pasangan LDR sudah membuatmu kalang kabut dan mengumpat Tuhan, mungkin kamu belum siap menjalani hidup yang sunyi demi kebenaran iman.

Kamu belum siap disertai tangan Tuhan.👌
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar