Pelatihan Kreasi Makanan dari Ketela


HUT ke-6 Paroki Nandan. Hari minggu 15 Juli kegiatan di gereja St. Alfonsus berjalan terus menerus sehingga suasana gereja tidak sepi. Pagi dimulai dengan kegiatan outbond dan kerja bakti  calon krisma beserta pendamping di joglo, pertemuan ibu-ibu paroki di ruang don bosco dan katekese persiapan perkawinan di Limasan.

Sekitar pukul 13.00 joglo sudah diramaikan lagi dengan pelatihan kreasi makanan dari ketela/singkong. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut hut Paroki ke 6.

Sebagai nara sumber adalah ibu Yohanes dari lingkungan Demetrius Kutudukuh, didampingi oleh ibu Lily. Sehari-hari ibu Yohanes atau lebih dikenal dengan panggilan mak Yo berjualan makanan dari ketela di pasar Kutu. Ada lemet, cemplon, bakwan ketela, juga ada tahu dan tempe goreng.
Kali ini mak Yo diundang untuk membagikan tips-tips dalam mengolah makanan dari ketela supaya enak dan empuk. Pengalaman beliau yang sudah berjualan lebih dari 10 tahun pastinya tidak diragukan lagi.

Tips dalam memilih ketela dan mengolahnya:

  1. Pilih ketela yg masih bagus, putih, belum ada hitamnya. Biasanya penjual akan memotong kedua ujungnya sedikit jadi bisa dilihat ketela itu bagus atau tidak
  2. Ketela yg sudah dikupas harus segera diolah supaya tidak menghitam, atau bisa juga direndam dalam air sebentar spy sedikit tahan.
  3. Ketela yg diparut tangan  todak begitu berair, sedang kalau diparut mesin akan berair. Maka sebelum diolah lanjut buang airnya.
  4. Ketela yg sudah diparut sebaiknya segera diolah, jangan disimpan dalam lemari es, karena menyebabkan hasilnya kurang bagus.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan resep dasar adalah :
2 kg ketela parut dan 1 butir kelapa sedang (jangan terlalu tua atau muda). Setelah adonan dasar ini dibuat, bisa dibagi 2 untuk diolah lebih lanjut menjadi beberapa makanan, sebagai berikut :

1. Bakwan ketela
Bahan :
- adonan dasar
- bawang putih ketumbar dan garam
- sayuran wortel dipotong spt korek api, kecambah dan loncang.
Semua dijadikan satu aduk rata dicicipi, lalu dibentuk bulat pipih ... digoreng dalam minyak panas dengan api kecil. Tunggu sampai kuning kecoklatan. Jangan buru-buru di balik karena dapat menyebabkan adonan pecah.

2. Cemplon
- adonan dasar ditambah gula pasir dan sedikit vanili.
- isian tradisional gula jawa.
Cemplon ini bisa dikembangkan dengan isian yang lain misal coklat batang dan keju manis (keju parut dicampur gula pasir).

3. Bengawan Solo
- adonan dasar ditambah gula pasir dan agar bubuk dan sedikit air, lalu dibagi menjadi 2 atau 3 bagian dan diberi warna sesuai selera. Adonan ini bisa dicetak sesuai selera.. bisa dibuat untuk kue ulang tahun.  Kukus dalam kukusan sekitar 45 menit. Siapkan juga kelapa parut yang dikukus dan diberi garam. Setelah matang..tunggu setelah dingin dipotong-potong taburi kelapa parut. Siap di
Santap. Kelapa parut untuk taburan jangan diberi garam sebelum dikukus karena akan menyebabkan warnanya bercak-bercak coklat.

4. Lemet
Adonan dasar ditambah gula merah disisir campur rata. Bisa juga ditambah irisan nangka. Setelah itu dibungkus dengan daun pisang, dikukus 1 jam.

5. Ketela isi ayam.
- adonan dasar dibumbui bawang putih garam dan merica
Isian ayam: ayam cincang dimasak rica-rica . Cara membuat sama dengan cemplon.

6. Sawut
Ketela dikupas dan dicuci bersih lalu diparut menggunakan parut gobet. Disini tergantung kreasi kita. Yang tradisional ditambah gula merah yang disisir. Beri potongan gula merah di beberapa tempat, lalu beri potongan daun pandan..dikukus. taburannya menggunakan kelapa.  Bisa juga dicampur dengan coklat bubuk dan gula pasir, lalu diberi potongan coklat batang di beberapa bagian. Dikukus, dimakan dengan taburan keju parut.

7. Sawut goreng
Ambil adonan sawut diberi sedikit terigu dan telur ayam serta ayam cincang, bumbui dengan bawang putih yang dihaluskan dengan garam dan merica. Dikocok rata, lalu digoreng dengan minyak panas sesendok demi sesendok. Setelah matang angkat dan tiriskan. Sajikan dengan sambal saos.

Tips untuk isian cemplon bila menggunakan gula jawa...gula diiris jangan disisir.

Galeri foto klik disini
Hasil pelatihan langsung dibagikan untuk dicicipi oleh peserta yang hadir (kurang lebih 32 orang). Demikian pelatihan kreasi makanan dari ketela beserta resepnya. Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi bagi peserta untuk ikut serta melestarikan makanan tradisional dan mengembangkannya. Ditunggu kreasi para peserta dalam bazaar yang akan datang.#Lily
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar