Relung-relung Renung, Apakah aku peka dalam hal ini?

R3. Peristiwa mukjizat penggandaan 5 roti jelai dan 2 ikan persembahan seorang anak kecil dan menjadi cukup untuk lebih dari 5000 orang yang lapar saat itu seperti dikisahkan dalam Injil hari ini sungguh mengherankan! Banyak orang bertanya apakah benar demikian halnya atau hanyalah sebuah kisah yang bertafsir sosial untuk memotivasi banyak orang untuk berbagi? Yang jelas, kalau penggandaan roti dan ikan itu hanyalah bertafsir sosial, bagaimana mungkin orang-orang berkomentar: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dunia” (ay. 14). Lebih daripada itu, mereka bahkan ingin memaksa Yesus untuk dijadikan raja dengan maksud supaya bisa mencukupi kebutuhan mereka dalam hal pangan. Dengan demikian, jelas bahwa mukjizat penggandaan roti dan ikan itu sungguh nyata adanya dan bukan isapan jempol.

Dalam cara pandang lainnya, kita pun diajak untuk berani membuka hati dan budi sebagaimana anak kecil yang rela mempersembahkan kepada Tuhan dengan tulus apa yang dimilikinya untuk membantu banyak orang. Anak kecil itu menjadi contoh nyata bahwa ia sebetulnya adalah orang kaya sejati karena ia mau berbagi dan bukan malah memiskinkan dirinya dengan pelit kepada sesama yang sedang dalam kesulitan. Ingatlah bahwa mau peduli dan berbagi, tak akan membuat kita jatuh miskin secara materi sebaliknya yang pelit berbagi akan menjadi orang yang miskin hati dan egoistis. Aksi anak kecil itu menjadi sebentuk motivasi dan inspirasi bagi kita untuk lebih banyak berbuat baik dan bukannya diam, cuek dan menutup mata saat melihat sekitar kita membutuhkan pertolongan. Apakah aku peka dalam hal ini? ***d2t

Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar