BAHAN PENDALAMAN KITAB SUCI ANAK 2018


Pengantar
Setiap orang yang telah dibaptis dan menjadi pengikut Kristus di panggil untuk memberitakan lnjil kepada  sesama.  Anak­anak  telah  menerima  warisan   iman  dari  orangtua   mereka. Para orangtua membawa anak-anak mereka  kepada  Kristus, memperkenalkan  Kristus  kepada  mereka,  dan  mengajak mereka untuk mengikuti Kristus dalam Gereja Katolik. Karena itu, anak-anak juga perlu diajar untuk memberitakan  Kabar Gembira  Kristus kepada sesama.

Apakah yang dimaksud dengan kabar gembira yang harus diwartakan kepada sesama itu? Kabar gembira itu adalah kasih Allah  kepada manusia. Kegembiraan karena  Allah  mengasihi manusia itulah yang harus diwartakan kepada sesama. Setiap orang yang percaya kepada Kristus dipanggil untuk mewujudkan kasih ini dalam kehidupan bersama sehingga setiap orang dapat hidup dalam suasana damai.

Lalu siapakah  sesama  yang  harus  menerima  pewartaan  itu? Umat Katolik di Indonesia hidup dalam keragaman bersama dengan warga negara yang lain. Anak-anak perlu diajak untuk menyadari diri mereka sebagai seorang Katolik yang  tinggal bersama dengan warga negara yang lain. Mereka hidup bersama dengan orang yang  memiliki  kemampuan  ekonomi  yang berbeda, dengan orang yang berasal dari budaya yang berbeda, dengan  orang  yang  memeluk  agama  lain , dan  dengan  orang yang berasal dari Gereja lain. Kepada  sesama  yang  berbeda­ beda inilah orang Kalolik dipanggil untuk memberitakan kabar gembira  Kristus.

Dalam  Bulan  Kitab  Suci  Nasional  2018  ini  anak-anak  diajak untuk menyadari jatidiri mereka sebagai  seorang  pengikut Kristus dan seorang Katolik. Mengingat jatidiri mereka itu, anak­anak juga dipanggil untuk mewartakan kabar gembira  Kristus. Selanjutnya, anak-anak juga dibantu agar dapat melaksanakan tugas itu dalam kehidupan yang mereka jalani. Secara khusus, anak-anak akan belajar bagaimana mewartakan kasih Allah itu dengan menjalin persahabatan dengan sesama. Dalam empat pertemuan  anak-anak akan mempelajari hal itu dan keempat pertemuan  itu akan  mengikuti sub-su b tema berikut:

1. Bersahabat Dengan Teman Yang Miskin Dan Tersingkir
2. Bersahabat Dengan Teman Yang Berbeda Budaya
3. Bersahabat Dengan Teman Yang Berbeda Agama
4. Bersahabat  Dengan Teman Dari Gereja Lain

Sebagai catatan akhir, sehubungan dengan gagasan pendukung BKSN 2018 yang cukup lengkap dan memakan banyak halaman, maka gagasan pendukung tidak  kami  satukan  dengan  buku bahan pertemuan umat. Sebagai pengganti kami mempersilakan umat  yang  menghendaki  bisa  mengunduh  sendiri  di  alamat https://goo.gl/7Vf47b.


Pertemuan 1
Bersahabat Dengan Teman Yang Miskin Dan Tersingkir

Tujuan:
  • Anak-anak  menyadari  bahwa  Yesus  mengasihi  orang miskin dan tersingkir.
  • Anak-anak mau bersahabat dengan teman yang miskin dan tersingkir.
 Bacaan:
  • Mat. 14:.13-22 (Yang ikut makan kira- kira lima ribu laki-laki, tidak  termasuk  perempuan  dan  anak-anak)
DOA PEMBUKA
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih ·karena Engkau telah mengasihi dan mencintai kami. Bimbinglah kami hari ini agar mau mendengarkan Firman-Mu dengan baik dan melakukannya dalam  kehidupan  kami sehari-hari. Amin.

MENDALAMI PENGALAMAN
  1. Apakah  kamu  mempunyai  teman  yang  miskin  atau lebih miskin dari  kamu?
  2. Apakah kamu mempunyai teman yang sering dijauhi atau  diejek?
  3. Apakah kamu berteman dengan  mereka?  (Misalnya, bermain  atau  belajar  bersama )
  4. Apakah kamu pernah melakukan kegiatan sosial untuk membantu orang miskin?
  5. Bagaimana perasaanmu ketika dapat membantu orang-orang yang miskin dan  tersingkir?
PENEGASAN
  1. Dalam kehidupan  sehari-hari,  kita  mungkin  pernah melihat   atau   bertemu    orang-orang    miskin    yang hidtupnya tidak seberuntung kita.
  2. Di sekolah, di rumah atau di sekitar juga m ungkin ada teman yang sering diejek dan dijauhi .
  3. Teman adalah hadiah dari Tuhan, maka sebagai murid­murid Yesus kita tidak boleh memilih teman. Kita sebaiknya mau berteman dengan siapa saja, termasuk yang lebih miskin dan teman yang sering diejek atau dijauhi.
  4. Ada perasaan bahagia dan sukacila jika kita dapat membantu orang yang miskin dan tersingkir.
BACAAN KITAB SUCI (MATIUS 14:13-22)
13Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah la dari situ, dan  hendak  menyendiri  dengan  perahu  ke  tempat yang terpencil. Tetapi, orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat  dari  kota­kota mereka. 14Ketika  Yesus  mendarat,  la  melihat  orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. 15Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, "Tempat ini terpencil dan hari mulai malam . Suruhlah orang banyak itu pergi  supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." 16Tetapi, Yesus berkata kepada mereka, "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." 17Jawab mereka, "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." 18Yesus berkata, "Bawalah kemari kepada-Ku." 19Lalu la menyuruh orang banyak itu duduk di  rumput. Setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan  itu, Yesus menengadah ke langit dan  mengucap  syukur.  la  memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya kepada orang banyak. 20Mereka semuanya makan sampai kenyang.  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang lebih, sebanyak dua belas bakul penuh. 21Yang ikut makan kira­kira lima ribu laki-laki , tidak termasuk perempuan dan anak­anak. 22Sesudah itu Yesus segera  mendesak  murid-murid­Nya naik ke perahu dan  mendahului-Nya ke seberang, sementara itu  la menyuruh orang banyak pulang.

Pertanyaan
  1. Apa yang dilakukan Yesus terhadap orang banyak di tempat terpencil?
  2. Apa yang terjadi ketika hari mulai malam?
  3. Apa yang diperintahkan Yesus kepada murid-murid­Nya?
  4. Berapa   makanan   yang  dimiliki   oleh   murid-murid Yesus?
  5. Bagaimana Yesus melakukan mukjizat?
  6. Berapa sisa makanan yang masih terkumpul?
  7. Berapa banyak orang yang makan?
  8. Apakah kamu pernah mengasihi orang lain misalnya memberi orang lain makan?
Jawaban
  1. Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada orang banyak dan la menyembuhkan mereka yang sakit.
  2. Menjelang malam, murid-murid meminta Yesus menyuruh orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.
  3. Yesus meminta murid-murid yang memberi orang banyak itu makan.
  4. Lima roti dan dua ikan.
  5. Yesus menyuruh orang banyak itu duduk. Setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap syukur.la memecah­mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid­ murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang.
  6. Sebanyak dua belas bakul penuh.
  7. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
PENEGASAN KITAB SUCI
  1. Yesus mengajarkan kita bagaimana mengasihi sesama. Meskipun awalnya Yesus ingin sendiri, tetapi kemudian hati-Nya tergerak oleh belas kasihan dan menyembuhkan orang-orang sakit. Karena  orang yang sedang sakit mereka menderita, susah dan perlu pertolongan .
  2. Yesus juga mengajarkan kita bagaimana mengasihi sesama dengan berbagi dari  kekurangan.  Bisa  saja Yesus menyuruh orang banyak itu  pergj,  tetapi  pasti akan kasihan sekali jika malam-malam mereka pergi dengan  kelaparan.
  3. Kita adalah murid Yesus, berarti Yesus juga memberi kita perintah untuk memberi  orang-orang kelaparan makan. Meskipun kita tidak mempunyai banyak makanan atau harta tetapi jika kita mau berbagi Yesus akan membuat semua tercukupi bahkan berlebihan , seperti lima roti dan dua ikan dapat memberi makan lima ribu laki-laki belum termasuk  perempuan  dan anak-anak dan masih sisa dua belas bakul penuh.
  4. Pada jaman Yesus, perempuan dan anak-anak  adalah kaum kecil dan tidak diperhitungka n. Tetapi,  Yesus juga memberi mereka makan sampai kenyang.  Yesus mau  mengasihi  semua  orang   termasuk   orang-orang kecil dan tersingkir.
  5. Apakah kamu sudah mau menjadi murid Yesus yang mau mengasihi semua orang  terutama  yang  miskin dan tersingkir?
PERUTUSAN
  1. Anak-anak mau  menyapa  dan  mengajak  bermain temannya yang selama ini sering diejek, dijauhi , atau dibully.
  2. Anak-anak  mau  membagi   makanan  dengan  teman yang tidak membawa makanan .
  3. Anak-anak  mau  mengajak orangtua untuk melakukan kegiatan sosial  membantu orang miskin.
DOA PENUTUP
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau telah memberikan kami teman-teman  untuk  menemani  kami bermain dan belajar setiap hari . Bimbinglah kami agar kami mau mengasihi dan berteman dengan siapa saja terutama teman yang miskin dan tersingkir. Amin .

Pertemuan 2
Bersahabat  Dengan Teman Yang Berbeda Budaya

Tujuan:
  • Anak-anak menyadari bahwa Yesus menilai tinggi dan menghargai  budaya  manusia.
  • Anak-anak  mau  bersahabat  deng n  tema   yang  berbeda budaya.
 Bacaan:
  • Mat. 1: 18-25 ( .....sebab anak yang d i dalam  kandungannya adalah dari Roh Kudus.)
DOA PEMBUKA
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau begitu mencintai kami sampai mau datang kedunia menjadi manusia. Bimbinglalh kami agar dapat membaca dan memahami Firman­Mu dengan baik untuk kehidupan kami . Amin.

MENDALAMI PENGALAMAN
  1. Apakah kamu mempunyai teman yang berbeda budaya atau suku?
  2. Darimana saja suku atau budaya teman-teman mu?
  3. Apakah kamu berteman dengan mereka'? (Misalnya, bermain atau belajar bersama)
  4. Bagaimana perasaanmu ketika berteman dan bermain bersama mereka?
PENEGASAN
  1. Indonesia terdiri dari berbagai suku dan budaya, ada 34 provinsi di Indonesia yang berbeda-beda.
  2. Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita pernah mem­punyai teman yang berbeda suku dan budaya.
  3. Perbedaan suku dan budaya dalam pertemanan mungkin dapat membuat perselisiha n. Tetapi, jika kita mau menghargai budaya orang lain , perbedaan akan membuat pertemanan lebih indah.
  4. Perbedaan suku dan budaya membuat kita dapat belajar budaya yang baru dan berbeda.
BACAAN KITAB SUCI (Matius 1:18-25)
18Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan  dengan Yusuf, ternyata  ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. 19Karena Yusuf suaminya, seorangyang tuIus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20Tetapi, ketika ia mempertimbangkan  maksud  itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya  adalah dari Roh Kudus. 21la akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." 22Hal itu terjadi supaya digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi: 23"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel." (Yang berarti: Allah menyertai kita.) 24Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. la mengambil Maria sebagai istrinya, 25tetapi tidak bersetubuh dengannya sampai Maria melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Pertanyaan 
  1. Dari mana Maria mengandung Yesus? 
  2. Apa arti nama "Imanuel"? 
  3. Apa yang dikatakan malaikat Tuhan kepada Yusuf? 
  4. Apakah kamu pernah takut untuk berteman dengan orang yang berbeda budaya? 
Jawaban 
  1. Maria mengandung Yesus dari Roh Kudus. 
  2. Imanuel berarti Allah menyertai kita. 
  3. "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalan dari Roh Kudus. 21 la akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka."
PENEGASAN KITAB SUCI 
  1. Kisah kelahiran Yesus memberikan teladan kepada kita. Yesus yang sangat menghargai budaya manusia. Maria mengandung Yesus dari Rob Kudus yang berasal dari Allah. Yesus adalah tetapi mau menjadi manusia. 
  2. Yesus yang adalah Tuhan sangat mulia dan tidak berdosa, tetapi mau lahir menjadi manusia yang sering melakukan dosa. Walaupun manusia, Yesus tetap tidak melakukan dosa. 
  3. Perbedaan tidak membuat Yesus menjaub dari manusia tetapi justru mau semakin dekat dengan manusia. Yesus selalu menyertai manusia (Imanuel). 
  4. Bapa Yusuf pun tidak takut lagi menerima Maria dan Yesus. 
PERUTUSAN 
  1. Anak-anak mau menyapa dan mengajak bermain temannya yang berbeda suku dan budaya. 
  2. Anak-anak mau belajar terbuka dengan menerima dan menghargai budaya orang lain yang berbeda. 
DOA PENUTUP 
Tuhan Yesus yang balk, terima kasih karena Engkau telah memberikan kami teman-teman yang beraneka ragam suku dan budaya. Bimbinglah kami agar kami mau menerima dan belajar menghargai perbedaan suku dan budaya teman-teman kami. Semoga kami yang berbeda-beda tetapi dapat hidup rukun dan damai. Amin.

Pertemuan 3
Bersahabat Dengan Teman Yang Berbeda Agama

Tujuan: 
  • Anak-anak menyadari bahwa Gereja Katolik menghargai agama-agama lain. 
  • Anak-anak mau bersahabat dengan teman yang berbeda agama. 
Bacaan: 
  • Markus 9: 38-41 ( tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.) 
Doa Pembuka 
Bapa yang mengasihi kami dan mengasihi teman-teman yang beragama lain, terima kasih karena kami dapat tinggal di negara yang mengakui beragam agama. Bimbinglah kami agar dapat memahami Firman-Mu dengan gembira, sebagai bekal dalam kehidupan kami bersama teman-teman dari berbagai agama lain. Amin.

Mendalami Pengalaman 
  1. Apakah kamu mempunyai teman yang beragama lain? 
  2. Dari agama apa saja teman-temanmu? 
  3. Apakah kamu pernah bermain, belajar, atau melakukan kegiatan bersama mereka? 
  4. Bagaimana perasaanmu ketika berteman dengan mereka? 
  5. Kamu tentu pernah bermain dengan balok mainan ini. Ada berapa macam bentuk dan warnanya? 
  6. Menurutmu, apakah bentuk dan warna yang berbeda-beda dapat membuatnya menjadi lebih indah? Mengapa demikian? 
Penegasan 
  1. Di Indonesia terdapat enam agama besar yang diakui pemerintah, yaitu Agama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha, Hindu, dan Kong Hu Cu. 
  2. Tuhan mengasihi semua ciptaan-Nya, termasuk te-man yang beragama lain. Kita dapat mengasihi dan berjumpa dengan Tuhan yang juga hadir dalam di ni mereka. 
  3. Sama halnya, seperti balok mainan yang beraneka warna dan bentuk dapat digunakan untuk membuat bangunan yang indah, maka persahabatan kita dengan teman yang berbeda agama juga dapat dibangun menjadi lebih indah, lebih menyenangkan, jika kita mau bekerjasama, saling menerima, menghargai, dan mengasihi. 
Bacaan Kitab Suci (Markus 9:38-41) 
38Kata Yohanes kepada Yesus, "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." 39Tetapi, kata Yesus, "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 40Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 41Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."

Pertanyaan
  1. Siapakah yang disebut sebagai "guru" oleh Yohanes? 
  2. Mengapa Yohanes mencegah orang lain mengusir setan demi nama Yesus? 
  3. Bagaimana tanggapan Yesus terhadap tindakan Yohanes? Mengapa demikian?
Jawaban 
  1. Yohanes menyebut Yesus sebagai gurunya. 
  2. Yohanes mencegah orang lain mengusir setan demi nama Yesus karena orang itu tidak termasuk pengikut Yesus. 
  3. Yesus melarang Yohanes untuk mencegah orang itu, sebab tidak mungkin seseorang mengadakan mu-jizat demi nama Yesus sekaligus mengumpat Yesus. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 
Penegasan Kitab Suci 
  1. Gereja Katolik mengakui dan menghargai agama-agama lain yang tidak menjadi pengikut Yesus Kristus. 
  2. Gereja Katolik bersifat umum, universal. 
  3. Kita diutus untuk mewartakan kabar balk (Kerajaan Allah) kepada segala bangsa, berteman dan bekerjasama dengan teman yang beragama lain, berbuat baik juga kepada mereka, tanpa memaksa mereka untuk dibaptis menjadi Katolik. 
  4. Kita diajak untuk berjumpa dengan Tuhan yang hadir dalam diri mereka, sekaligus memancarkan kasih Tuhan (yang meraja di hati kita) bagi semua teman beragama lain. 
Perutusan 
Anak-anak memancarkan Kasih Allah yang meraja di dalam dirinya, melalui persahabatan dengan teman yang berbeda agama.

Doa Penutup 
Tuhan Yesus, dengan gembira kami mau menemukan berkat tersembunyi dalam perbedaan dan persahabatan dengan teman-teman yang Tuhan hadiahkan bagi kami. Mampukanlah kami agar dapat hidup rukun, damai, dan saling mengasihi, sehingga teman-teman yang beragama lain juga dapat merasakan Kasih-Mu yang meraja dalam diri kami. Amin.

Pertemuan 4
Bersahabat Dengan Teman Dari Gereja Lain

Tujuan: 
  • Menyadari bahwa dalam Yesus semua anggota Gereja adalah satu dan bersaudara. 
  • Mengajak anak-anak untuk berteman dengan semua orang tanpa melihat dari Gereja mana orang tersebut berasal. 
Bacaan: 
  • Yoh. 17: 20-23 (supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.) 
DOA PEMBUKA 
Tuhan Yesus yang baik, kami bersyukur menjadi murid-murid-Mu yang Kaukasihi. Bimbing kami untuk mendengarkan Firman-Mu dengan baik dan melakukannya dalam hidup kami sehari-hari.

MENDALAMI PENGALAMAN 
  1. Apakah kamu mempunyai teman yang berasal dari Gereja lain (misal Gereja Ortodoks, HKBP, Gereja Kristen Indonesia, dll)? 
  2. Bagaimana sikap kamu dalam pertemanan dengan mereka? 
  3. Apakah kamu pernah melakukan kegiatan bersama mereka (Misalnya, bermain bersama, belajar kelompok bersarna, melakukan bakti sosial bersarna)? 
  4. Apa yang kamu rasakan saat melakukan kegiatan bersarna? 
PENEGASAN 
  1. Sebagai murid-murid Yesus kita bertemu banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Kita juga bertemu dengan teman-teman kita dari Gereja lain. Dalam berteman kita tidak boleh membeda-bedakan teman kita karena mereka bukan dari Gereja Katolik. 
  2. Dalam pertemanan kita sering bermain bersama, belajar bersama dan membantu teman yang sedang mengalami kesusahan. 
  3. Melakukan hal-hal tersebut bersama teman-teman yang berbeda agama dan Gereja lain merupakan bentuk pewartaan kasih Yesus jika kita lakukan dengan kasih. 
BACAAN KITAB SUCI (Yohanes 17: 20-23) 
20Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 22Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tabu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

MENDALAMI TEKS KITAB SUCI 
  1. Untuk siapa Tuhan Yesus berdoa? 
  2. Apa isi/ yang didoakan Tuhan Yesus? 
  3. Apa yang Tuhan Yesus inginkan? 
  4. Siapakah yang bersatu dengan Tuhan Yesus? 
  5. Apakah dalam berteman kita memilih teman karena teman kita beragama Katolik? 
  6. Apakah kita sudah berteman semua orang tanpa memandang teman kita dari Gereja mana? 
  7. Apakah kita sudah menyadari bahwa kita dan teman-teman kita merupakan bagian Bari bangsa Indonesia? 
  8. Apakah kita sudah menjadi murid-murid Tuhata dengan berbuat baik kepada teman-teman kita? 
PENEGASAN 
  1. Yesus dan Bapa adalah satu, Bapa mengutus Yesus dan mengasihi Yesus. 
  2. Yesus mengasihi murid-murid-Nya dan mengutus mereka untuk mewartakan Kasih Bapa.
  3. Yesus menghendaki agar supaya semua murid-Nya dan orang-orang yang percaya kepadanya menjadi saw di dalarn kasih. 
  4. Kita dan seluruh teman-teman dari Gereja lain adalah saw dalam Kristus. 
  5. Sebagai pengikut murid-murid Yesus kita diutus untuk melakukan kebaikan-kebaikan untuk mewartakan kasih Yesus. 
  6.  Kita dan teman-teman kita yang lain adalah anak-anak Indonesia yang dikasihi oleh Tuhan Yesus. 
PERUTUSAN 
  1. Anak-anak mau berteman dan bermain dengan teman-Leman yang berbeda Gereja. 
  2. Anak-anak mau membantu teman-temannya yang berbeda Gereja. 
DOA PENUTUP 
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena kami boleti mengenal dan berteman dengan teman-teman dari Gereja yang berbeda. Bimbinglah kami untuk selalu untuk selalu saling membantu dan bersatu dalarn kasih-Mu. Amin.

DOWNLOAD MATERI BKSN ANAK 2018
Bahan Kreatifitas
Bahan Kreatifitas BKSN hari pertama
Bahan Kreatifitas BKSN  hari kedua
Bahan Kreatifitas BKSN hari ketiga
Bahan Kreatifitas BKSN hari keempat

Bahan Pendalaman Kitab Suci Anak 2018 PDF

Video 1
Video 2
Video 3
Video 4

Youtube gerak dan lagu BKSN 2018
Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar