Bahan pendalaman Kitab Suci OMK 2018


Kata Pengantar 

Usaha memahami teks hendaknya disertai dengan pengertian mengenai konteks. Dengan mengetahui konteks, kita akan lebih mudah mengerti pesan dari sebuah teks. Dalam konteks yang berbeda, inspirasi bisa berbeda pula bagi setiap pembaca. Dalam membaca Kitab Suci, pembaca harus juga memahami konteks hidupnya sehingga da pat menemukan inspirasi yang berguna. Sebagai warga negara Indonesia, kita menyadari bahwa Indonesia memiliki kemajemukan agama, golongan, budaya, suku, Bahasa, dan ekonomi. Ribuan pulau di bumi Nusantara menciptakan keragaman sampai memunculkan tekad bersama Bhinneka Tunggal Ika. Nusantara dengan segala kemajemukan yang ada adalah tanah tempat benih Finnan Tuhan ditaburkan, tempat Kitab Suci harus diwartakan, dan tempat setiap anak Tuhan harus memberi kesaksian iman.

Setelah pada tahun 2017 mengajak kita "Mewartakan Kabar Gembira dalam Gaya Hidup Modern'; kini LBI mengajak kita untuk melihat konteks kemajemukan sebagai lahan subur untuk pewartaan. Kita diajak membaca dan merenungkan Sabda Tuhan sehingga berani "Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan" (2018). Dalam empat kali pertemuan pendalaman BKSN, umat diajak membaca Kitab Suci dan mendalami Sabda Allah dalam bingkai tema-tema khusus yang menyangkut kemiskinan, budaya, agama lain dan Gereja lain. Tema dan pilihan Kitab Suci disusun demikian:
  1. MINGGU I: Dialog dengan Yang Miskin dan Tersingkir (Mat. 14: 13-21) 
  2. MINGGU II: Mewartakan Kabar Gembira di Tengah Kemajemukan Budaya (Mat. is 18-25) 
  3. MINGGU III Dialog dengan Agama Lain (Kis. 17: 16-34) 
  4. MINGGU IV: Dialog dengan Gereja Lain (Yoh. 17: 20-26) 
Bahan pertemuan BKSN 2018 ini disusun kita dapat menemukan kehendak Allah dalam situasi yang kita hadapi sekarang ini. Dengan cara demikian, kaum rnuda juga dapat memahami bagaimana harus mengambil bagian dalam tugas memberitakan kabar gembira kepada sesama. Sebagai catatan akhir, sehubungan dengan gagasan pendukung BKSN 2018 yang cukup lengkap dan memakan banyak halaman, maka gagasan pendukung tidak kami satukan dengan buku bahan pertemuan umat. Sebagai pengganti kami mempersilakan umat yg menghendaki bisa mengunduh sendiri di alamat https://goo.gl/7Vf47b.

Pertemuan 
Dialog dengan yang Miskin dan Tersingkir (Matius 14:13-21) 

Lagu Pembuka 
Lihatlah Rumah Allah 
Lihatlah rumah Allah penuh kemuliaan
Dibangun dari batu, Allah perancangnya
Bagi-Mu Allah, kasih dan sembah
lzinkan putra-Mu tenang di rumah-Mu

Megah di puncak Sion Kota-Mu yang kudus
Tersiar dari sana firman-Mu ya Allah
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Kau panggil umat-Mu menjadi saksi-Mu
Hanyalah atas Yesus, Gereja dibangun

Hanyalah dalam Dia damailah hatiku
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Bertumpu pada-Mu tcguhlah hidupku Lihatlah kemah Allah di bumi terbentang
Antara manusia tampaklah tanda-Nya

Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Dampingi umat-Mu berjuang dan menang
Umat-Mu berziarah pimpinlah ya Tuhan Topanglah sampai tiba di rumah surgawi Bagi-Mu Allah puji dan sembah Izinkan putra-Mu tenang di rurnah-Mu

Tanda Salib-Salam 
P Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U Amin.
P Tuhan sertamu
U Dan sertamu juga.

Pengantar 
Rekan-rekan muda yang terkasih, dalam Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini, kita diajak untuk menjadi pewarta. Kaum muda itu bukan sekadar golongan yang hanya mau enak dan bersenang-senang. Dalam masa muda yang serba ceria, kita dipanggil untuk mewartakan Injil melalui hidup kita: lewat segala tingkah laku kita. Mewartakan Injil tak terbatas hanya melalui kotbah dan segala bentuk tata-peribadatan. Kehadiran kita di masyarakat juga hendaklah menjadi bentuk kesaksian nyata. Itulah artinya kalau kita mewartakan Injil. Karena kita ini ada di Indonesia, pewartaan kita tak pernah lepas dad keadaan nyata di sekeliling. Pewartaan mesti memiliki aspek dialog. Dialog artinya ada relasi timbal-balik yang nyata. Untuk kita dalam konteks masyarakat Indonesia, ada empat pihak yang mesti menjadi rekan dialog: kemiskinan, aneka ragam budaya, perbedaan agama, dan kemajemukan Gereja-gereja Kristiani. Satu per satu kita akan membahas keempatnya selama BKSN kali ini.

Rekan-rekan muda sekalian, di banyak tempat kita temukan bentuk-bentuk kemiskinan yang mencolok. Tanpa harus menggunakan kriteria dari PBB untuk membuat klasifikasi siapa yang bisa masuk dalam golongan miskin, kita bisa melihat betapa persoalan kemiskinan ini ada di sekitar kita. Di kota-kota besar, kita temukan persoalan kemiskinan ini di antara gemerlap kehidupan urban: para gelandangan, para pengemis, mereka yang harus menyelinap di antara mobil-mobil yang sedang berhenti di lampu merah untuk sekadar mendapat uang recehan dan lain sebagainya. Di kota-kota kecil, persoalan kemiskinan hadir dalam persoalan perumahan tak layak huni, gizi buruk, pendidikan rendah, dan lain sebagainya. Mari kita mulai renungan kita dengan doa pembuka.

Doa Pembuka 
P Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu dan menyalakan di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu maka semuanya akan diciptakan kembali.
U Dan Engkau akan membaharui muka bumi.
P Marilah kita berdoa. Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya, demi Kristus, Tuhan kami.
U Amin.

Bacaan: Matius 14:13-21

Salah satu peserta membacakan kutipan Kitab Suci.

13Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah la dari situ, dan hendak menyendiri dengan perahu ke tempat yang terpencil. Tetapi, orang banyak mendengarnyu clan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. 14Ketika Yesus mendarat, la melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan la menyembuhkan mereka yang sakit. 15Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, "Tempat ini terpencil dan hari mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat mernbeli makanan di desa-desa.16Tetapi, Yesus berkata kepada mereka, "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka rnakan.17Jawab mereka, "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.18Yesus berkata, "Bawalah kemari kepada-Ku."19Lalu la menyuruh orang banyak itu duduk di rumput. Setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap syukur. la memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya kepada orang banyak.20Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang lebih, sebanyak dua belas bakul penuh. 21Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dun anak-anak. 22Sesudah itu Yesus segera mendesak murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang. senientara ilu la menyuruh orang banyak pulang. 

Penjelasan 
Pernimpin Ibadat membacakan .sejumlah catatan untuk membantu pemahaman atas bacaan yang barn saja dibacakan.
  1. Kisah mukjizat pengandaan roti adalah satu-satunya kisah mukjizat yang terdapat dalarn keempat Injil (Mrk. 6:32-44; Luk. 9:10-17; Yoh. 6:1-15). 
  2. Setelah ada dua ayat pendahuluan yang berkisah tentang penyembuhan, mulailah Yesus berdialog dengan para murid yang gelisah karena khawatir bahwa banyak orang itu akan kelaparan. Jawaban Yesus lugas dan tegas: "Kamu harus memberi mereka makan." 
  3. Sembari masih ragu, para murid mulai bertindak dengan memberikan apa yang senyatanya mereka punyai. Tindakan sederhana itu berbuah: mukjizat terjadi sedemikian sehingga "mereka semuanya makan sampai kenyang" dan "potongan-potongan roti yang lebih sebanyak dua belas bakul." 
  4. Bunda Gereja yang kudus mengajarkan bahwa barang-barang lahiriah yang kita gunakan dan kita miliki itu memiliki dimensi sosial, yaitu untuk membantu mereka yang berkekurangan. Bahkan, dengan cara yang provokatif, disebutkan bahwa mereka yang menghadapi kebutuhan darurat berhak mengambil dari kekayaan orang-orang lain apa yang memang sungguh-sunggub mereka butuhkan untuk hidup (bdk. GS 69). 
  5. Kita sebagai kaum muda diajak untuk terlibat pula dalam berbagai upaya untuk membantu mereka yang amat membutuhkan. Sebagai orang Katolik, kita se-mestinya siap mengulurkan tangan untuk membantu mereka yang berkekurangan. 

Sharing 
  1. Bentuk-bentuk kemiskinan apa yang saat ini ada di sekitar saya? 
  2. Apakah saya pernah membantu mereka yang berkekurangan, terutama bila itu menyangkut hal-hal dasar yang diperlukan untuk hidup? Sekurang-kurangnya, pernahkah saya berdoa untuk mereka? 
  3. Apa yang bisa saya buat di hari-hari mendatang untuk membantu mereka? 

Kesimpulan
  1. Persoalan kemiskinan tak boleh membuat kita menyerah dan berpangku-tangan. Tindakan sekecil apa pun bisa berdampak luar biasa seperti halnya yang dilakukan oleh para murid Yesus. 
  2. Bunda Gereja yang kudus melanjutkan karya Yesus dengan menyebutkan secara eksplisit kewajiban untuk "membantu mereka yang berkekurangan. 
  3. Mari kita mulai berbuat sesuatu tanpa harus menunggu kita berkelimpahan. 
Doa Penutup 

Antifon: 
Tuhan akan menudungi engkau dengan kepak-Nya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam. 

Mazmur 90 (91) 
Bisa didoakan berganlian antara pemimpin dan umat, atau bisa juga umat diatur menjadi dua bagian dan mendaraskan ber-gantian. 

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,* menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,* ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap," melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

la akan menudungi engkau dengan kepak-Nya, dan di ba-wah sayap-Nya engkau akan berlindung,* lengan-Nya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,* akan panah yang mengancam di waktu slang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,* akan bencan'a yang mengamuk di slang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+ dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,* namun engkau takkan kejangkitan. Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh, * dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,* dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,* dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikat-Nya,* untuk menjaga engkau ke mana pun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan inereka," jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,* ular dan naga akan kauinjak-injak.

SebabAllah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut pada Ku, maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,* jika is berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,* dan Aku akan mernuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,* dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Kemuliaan kepada Bapa* dan Putra dan Roh Kudus,

Seperti pada permulaan, sekarang. sclalu* dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon: 
Tuhan akan menudungi engkau dengan kepak-Nya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bapa Kami

Berkat

P Tuhan beserta kita
U Sekarang dan selama-lamanya
P Semoga saudara sekalian senantiasa dilindungi dan dinaungi oleh berkat Allah yang mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
U Amin.

Lagu Penutup

Gereja Bagai Bahtera 
Gereja bagai bahtera di laut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Mengamuklah samudera dan bagai menderu,
gelombang zaman menghempas dan sulit ditempuh.
Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih.
Berapa lagi jauhnya labuhan abadi?

Ref : Tuhan tolonglah! Tuhan, tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak, Ya, Tuhan tolonglah.

Gereja bagai bahtera diatur awaknya.
setiap orang bekerja menurut tugasnya.
Semua satu padulah, setia bertekun
demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh.

Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk
di dalam kasih dan iman dan harapan yang teguh.
Gereja bagai bahtera di taut yang seram,
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah, kau tak sendirian,
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan.
Bersama-sama majulah, bertahan berteguh,
tujuan akhir Tuhanlah, labuhan yang teduh.

Gereja bagai bahtera di taut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah kau tak sendirian
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan
Bersama-sama majulah bertahan berteguh
tujuan akhir Tuhanlah, Labuhan yang teduh.

Pertemuan 2 
Dialog Dengan Budaya (Matius 1:18-25)

Lagu Pembuka

Lihatlah Rumah Allah
Lihatlah rumah Allah penuh kemuliaan
Dibangun dari batu, Allah perancangnya
Bagi-Mu Allah, kasih dan sembah
Izinkan putra-Mu tenang di rumah-Mu

Megah di puncak Sion Kota-Mu yang kudus
Tersiar dari sana firman-Mu ya Allah
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Kau panggil umat-Mu menjadi saksi-Mu

Hanyalah alas Yesus, Gereja dibangun
Hanyalah dalam Dia damailah hatiku.
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Bertumpu pada-Mu teguhlah hidupku

Lihatlah kemah Allah di bumi terbentang
Antara manusia tampaklah tanda-Nya
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Dampingi umat-Mu berjuang dan menang

Umat-Mu berziarah pimpinlah ya Tuhan
Topanglah sampai tiba di rumah surgawi
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
lzinkan putra-Mu tenang di rumah-Mu

Tanda Salib-Salam-Doa 
P Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U Amin.
P Tuhan serta mu dan sertamu juga.

Pengantar 
P Rekan-rekan muda terkasih, pekan lalu kita telah merenungkan bahwa berdialog dengan kemiskinan itu artinya berani mengulurkan tangan untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan mereka. Dalam pertemuan pekan ini, kita hendak merenungkan budaya kita sendiri. Kita hendak menyadari secara lebih mendalarn bahwa ada banyak titik temu antara iman Katolik dengan kebudayaan kita. Mari kita mulai renungan kita dengan doa pembuka.

Doa Pembuka
P Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu dan menyala-kan di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu maka semuanya akan dicipta kembali.
U Dan Engkau akan membaharui muka bumi.
P Marilah kita berdoa. Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah su-paya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya, demi Kristus, Tuhan kami.
U Amin.

Bacaan: Matius 1:18-25

Salah satu peserta ?nembacakan kutipan Kitab Suci.

18Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengan-dung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. ?19Karena Yusuf suaminya, seorang yang tutus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia ber-maksud menceraikannya dengan diam-diam. 20Tetapi, ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." 22Ha1 itu terjadi supaya digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi: 23"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel." (Yang berarti: Allah menyertai kita.) 24Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. la mengambil Maria sebagai istrinya, 25tetapi tidak bersetubuh dengannya sampai Maria melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Penjelasan

  1. Teks yang termashyur ini dipilih untuk menggaris-bawahi peristiwa inkarnasi, yaitu peristiwa di mana Allah menjadi daging: yang kekal dan tak berwaktu kini masuk dalam dunia yang dibatasi oleh waktu. Peristiwa iman nan mendalam ini menunjukkan kepada kita dengan gamblang bahwa Allah tak hendak bermonolog dan mendikte manusia. Ia mau masuk dalam dialog yang mendalam dengan berinkarnasi. 
  2. Di satu pihak inkarnasi adalah sebuah pengosongan diri; Allah yang turun; tetapi di lain pihak, inkarnasi juga berarti sebuah pemuliaan; kodrat manusia diangkat. Inkarnasi menunjukkan bahwa. Allah menilai tinggi budaya manusia. Gagasan ini menjadi penting bagi kita dalam merenungkan tempat budaya-budaya lokal di mana Gereja berada. 
  3. Inkarnasi ini menjadi dasar bagi inkulturasi yang menamkan peranan penting dalam tugas evangelisasi. Gereja kini dan di sini. Bukan kebetulan kalau almarhum Paus St. Yohanes Paulus II gemar dengan istilah inkulturasi, yang baru mulai populer sekitar tahun 70-an, justru karena mempunyai kemiripan dengan istilah inkarnasi, baik dari segi isi maupun istilah. 
  4. Kekayaan budaya yang dikandung oleh tanah air kita, Indonesia ini sungguh luar biasa mengagumkan. Di banyak tempat, sudah banyak dipikirkan bagaimana kekayaan budaya ini sungguh-sungguh bisa diman-faatkan untuk penyebaran dan perkembangan iman umat. Dengan demikian, masalah inkulturasi sudah menjadi bahan pemikiran dan diskusi dengan melibatkan banyak pihak yang berkompeten. Tentu saja mesti diakui bahwa di masing-masing tempat, perkembangan soal inkulturasi ini juga melewati tahap-tahap yang berbeda. 
  5. Di beberapa tempat, masalah inkulturasi ini berada pada ranah liturgi: bagaimana kekayaan budaya, seperti lagu-lagu, tata busana serta tarian yang meru-pakan ekspresi batin sebuah budaya tertentu, bisa menyumbang bagi ibadat Gereja. Di tempat lain, mulai dicari dan dipikirkan juga titik temu antara gagasan dan pengharapan yang terungkap dalam aneka macam ungkapan dan simbol yang terdapat dalam budaya setempat dengan pengharapan yang ditawarkan oleh kekristenan. 

Sharing 

  1. Temukan nilai-nilai budaya dalam budaya setempat yang sesuai dengan ajaran Gereja Katolik! 
  2. Sharingkan itu dengan rekan-rekan dalam pertemuan. 
  3. Apakah selama ini, nilai-nilai itu sudah dikembangkan sebagai bentuk pembinaan iman Katolik melalui apa yang sudah ada dalam budaya kita? 

Kesimpulan 

  1. Allah mengkomunikasikan Diri-Nya bukan melalui hal yang asing. Ia mau dikenal dengan "bahasa manusia". Itulah sebabnya Ia menjadi manusia. 
  2. Kebudayaan setempat tidak lah secara mutlak bertentangan dengan nilai-nilai Katolik. 
  3. Iman kita haruslah dihidupi secara nyata sesuai dengan konteks di mana kita berada. Menjadi orang Katolik tidak sama dengan mengubah diri menjadi berkebudayaan barat! 

Doa Penutup

Antifon: 
Tuhan akan menudungi engkau dengan kepak-Nya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91) 
Bisa didoakan berganlian antara pemimpin dan umat, atau bisa juga umat diatur menjadi dua bagian dan mendaraskan ber-gantian. 

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,* menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,* ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap," melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

la akan menudungi engkau dengan kepak-Nya, dan di ba-wah sayap-Nya engkau akan berlindung,* lengan-Nya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,* akan panah yang mengancam di waktu slang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,* akan bencan'a yang mengamuk di slang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+ dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,* namun engkau takkan kejangkitan. Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh, * dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,* dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,* dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikat-Nya,* untuk menjaga engkau ke mana pun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan inereka," jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,* ular dan naga akan kauinjak-injak.

SebabAllah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut pada Ku, maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,* jika is berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,* dan Aku akan mernuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,* dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Kemuliaan kepada Bapa* dan Putra dan Roh Kudus,

Seperti pada permulaan, sekarang. sclalu* dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon: 
Tuhan akan menudungi engkau dengan kepak-Nya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bapa Kami

Berkat

P Tuhan beserta kita
Sekarang dan selama-lamanya
Semoga saudara sekalian senantiasa dilindungi dan dinaungi oleh berkat Allah yang mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
U Amin.

Lagu Penutup

Gereja Bagai Bahtera 
Gereja bagai bahtera di laut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Mengamuklah samudera dan bagai menderu,
gelombang zaman menghempas dan sulit ditempuh.
Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih.
Berapa lagi jauhnya labuhan abadi?

Ref : Tuhan tolonglah! Tuhan, tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak, Ya, Tuhan tolonglah.

Gereja bagai bahtera diatur awaknya.
setiap orang bekerja menurut tugasnya.
Semua satu padulah, setia bertekun
demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh.

Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk
di dalam kasih dan iman dan harapan yang teguh.
Gereja bagai bahtera di taut yang seram,
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah, kau tak sendirian,
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan.
Bersama-sama majulah, bertahan berteguh,
tujuan akhir Tuhanlah, labuhan yang teduh.

Gereja bagai bahtera di taut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah kau tak sendirian
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan
Bersama-sama majulah bertahan berteguh
tujuan akhir Tuhanlah, Labuhan yang teduh.

Pertemuan 3
Dialog Dengan Agama Lain (Kisah 17:16-34)

Lagu Pembuka
Lihatlah Rumah Allah 
Lihatlah rumah Allah penuh kemuliaan
Dibangun dari batu, Allah perancangnya
Bagi-Mu Allah, kasih dan sembah
lzinkan putra-Mu tenang di rumah-Mu

Megah di puncak Sion Kota-Mu yang kudus
Tersiar dari sana firman-Mu ya Allah
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Kau panggil umat-Mu menjadi saksi-Mu
Hanyalah atas Yesus, Gereja dibangun

Hanyalah dalam Dia damailah hatiku
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Bertumpu pada-Mu tcguhlah hidupku Lihatlah kemah Allah di bumi terbentang
Antara manusia tampaklah tanda-Nya

Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Dampingi umat-Mu berjuang dan menang
Umat-Mu berziarah pimpinlah ya Tuhan Topanglah sampai tiba di rumah surgawi Bagi-Mu Allah puji dan sembah Izinkan putra-Mu tenang di rurnah-Mu

Tanda Salib-Salam-Doa

P Demi nama Bapa dan Putra dan Koh Kudus
U Amin.
P Tuhan sertamu.
U Dan sertamu juga.

Pengantar 
Rekan-rekan muda yang terkasih dalam Kristus, setelah merenungkan dialog dengan kemiskinan dan dengan kebudayaan setempat, kali ini kita hendak merenungkan dialog kita dengan agama lain. Bila kita tengok sekeliling, tampak jelas bahwa kita sebagai orang Katolik tinggal bersama dengan umat dari agama-agama yang lain. Dalam situasi seperti ini, kreativitas, integritas, dan kontribusi nyata kita di masyarakat adalah bentuk kesaksian iman akan Kristus. Kesaksian ini dapat membuat banyak orang mengalami kasih Allah dalam hidup. Mari kita mulai renungan kita dengan doa pembuka.

Doa Pembuka
P Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu dan menyala-kan di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu maka semuanya akan dicipta kembali.
U Dan Engkau akan membaharui muka bumi.
P Marilah kita berdoa. Ya Allah, F.ngkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya, demi Kristus, Tuhan kami.
U Amin.

Bacaan: Kisah 17:16-34
16Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala. 17Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. 18Juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa berdebat dengan dia dan ada yang berkata, "Apa yang hendak dikatakan si pembual ini?" Tetapi, yang lain berkata, "Rupa-rupanya ia pemberita ajaran dewa-dewa asing." Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan kebangkitan-Nya. 19Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan mengatakan, "Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini? 20Sebab engkau memperdengarkan kepada kami hal-hal yang asing. Karena itu kami ingin tahu apa artinya semua itu." 21Adapun semua orang Atena dan orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru. 22Paulus berdiri di hadapan sidang Areopagus dan berkata,` "Hai orang-orang Mena, aku lihat bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. 23Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sernbah tan pa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. 24Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, la, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak tinggal dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, 25dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah la kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan napas dan segala sesuatu kepada semua orang. 26Dari satu orang saja la telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan la telahmenentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, 27supaya mereka mencari Allah dan mudah-mudahan mencari-cari dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. 28Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini keturunan—Nya juga. 29Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa keadaan ilahi serupa dengan emas atau Perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. 30Tanpa memandang lagi zaman kebodohan, sekarang Allah memerintahkan semua orang di mana saja untuk bertobat. 3lKarena la telah menetapkan suatu hari ketika la dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah la memberikan kepada semua orang suatu jaminan tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati." 32Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." 33Lalu Paulus meninggalkan mereka. 34Tetapi, beberapa orang menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di untaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan scorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bernama-sama dengan mereka.

Penjelasan 

  1. Kis. 17:16-34 yang diberi judul Paulus di Atena, kiranya menawarkan inspirasi segar mengenai bagaimana pewar-taan kepada bangsa-bangsa lain bisa dilaksanakan. Seperti dikatakan dalam judul, perikop ini berkisah tentang Paulus yang mewartakan Kristus di Atena, yang merupakan pusat kebudayaan Yunani. Oleh karena itu, karya pewartaan Paulus di Atena sungguh merupakan sesuatu yang amat penting. Karya Paulus di Atena adalah puncak karya ke-rasulannya di dunia non-Yahudi. Saat dia berada di Areo-pagus, kita merasakan ketegangan bagaimana alam fikir Yunani bertemu dengan kebijaksanaan dari timur, dari Yerusalem, yaitu berita gembira tentang seorang bernama Yesus yang mati dan bangkit lagi. 
  2. Di sini terbuktilah kelihaian Paulus dalam mewartakan Injil. la tak cepat-cepat mengutip teks-teks KitabSuci tetapi memulai pewartaan dengan berangkat dari pemikiran filsalat dan tata religius di masyarakat Yunani. 
  3. Paulus tak merasa pewartaannya sia-sia saat ada yang tak tertarik dengan pewartaan dia dan berkata, "Lain kali raja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." Ketabahan ini berbuah karena nyatanya ada beberapa orang yang tergerak dan menggabungkan diri dengan Paulus. 
  4. Sejalan dengan semangat Konsili Vatikan II, pada tahun (984 Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-agama mengeluarkan sebuah dokumen tentang refleksi dan orientasi alas Dialogue and Mission. Dalam dokumen tersebut, disebutkan empat model dialog antar-agama:


  • Dialog Kehidupan (Dialogue of Life). Dialog dipahami sebagai sebuah gays hidup yang mencakup sikap per-hatian, penghargaan, serta hospitalitas orang lain. Sikap seperti inilah yang mesti dibawa oleh setiap orang Katolik dalam hidup kesehariannya, entah sebagai minoritas atau mayoritas. 
  • Dialog Karya (Dialogue of Deeds). Dialog dalam bentuk kerjasama dengan pihak lain dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi yang terarah pada kemajuan dan pembebasan manusia. 
  • Dialog Para Spesialis (Dialogue of Specialists). Sesuai dengan namanya, dialog model ini melibatkan para ahli dalam bidang tertentu dari agama masing-masing. Mereka berusaha mendalami dan memperoleh pengertian satu sama lain. Hal ini dilakukan supaya masing-masing saling memahami dan saling menghargai wa-risan rohani dan budaya dari masing-masing tradisi religius. 
  • Dialog Pengalaman Religius (Dialogue of Religious Experience).


Pada level ini masing-masing yang sudah terakar kuat pada tradisi religiusnya mampu membagikan pengalaman mereka dalam doa, iman, serta ungkapan iman mereka.

Dari empat model dialog di atas, dialog model kedua, yaitu dialog karya, yang rasanya mempunyai kesempatan cukup luas untuk dilaksanakan pada konteks zaman sekarang ini.

Sharing

  1. Apakah selama ini saya sadar bahwa berdialog dengan orang-orang beragama lain itu penting? Ataukah selama ini saya sering curiga dengan agama lain? 
  2. Apa usaha-usaha yang selama ini sudah saya lakukan dalam rangka berdialog? 
  3. Apakah yang masih perlu saya tingkatkan dalam berdialog dengan agama lain?


Kesimpulan

  1. Belakangan ini, para politikusyang tak berhati nurani menghembuskan kecurigaan antar agama sebagai tunggangan untuk kepentingan dan keuntungan sendiri. Kesadaran kita untuk berdialog persis kebalikannya: kita hendak membuka diri pada semua. Sesungguhnya isu primordial tentang agama bukanlah sesuatu yang memecah belah. Karena, setiap orang, apa pun agamanya, tnempunyai ba-nyak kesamaan, antara lain kesamaan sebagai manusia dan sebagai sesama orang yang tinggal di Indonesia. 
  2. Dialog dengan agama lain perlu terus dibangun dan dikernbangkan. 
  3. Dialog karya adalah langkah strategis untuk memulainya.


Doa Penutup
Antifon: 
Tuhan akan menudungi engkau dengan kepak-Nya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bapa Kami

Berkat

P Tuhan beserta kita
Sekarang dan selama-lamanya
Semoga saudara sekalian senantiasa dilindungi dan dinaungi oleh berkat Allah yang mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
U Amin.

Lagu Penutup

Gereja Bagai Bahtera 
Gereja bagai bahtera di laut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Mengamuklah samudera dan bagai menderu,
gelombang zaman menghempas dan sulit ditempuh.
Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih.
Berapa lagi jauhnya labuhan abadi?

Ref : Tuhan tolonglah! Tuhan, tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak, Ya, Tuhan tolonglah.

Gereja bagai bahtera diatur awaknya.
setiap orang bekerja menurut tugasnya.
Semua satu padulah, setia bertekun
demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh.

Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk
di dalam kasih dan iman dan harapan yang teguh.
Gereja bagai bahtera di taut yang seram,
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah, kau tak sendirian,
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan.
Bersama-sama majulah, bertahan berteguh,
tujuan akhir Tuhanlah, labuhan yang teduh.

Gereja bagai bahtera di taut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah kau tak sendirian
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan
Bersama-sama majulah bertahan berteguh
tujuan akhir Tuhanlah, Labuhan yang teduh.

Pertemuan 4
Dialog Dengan Gereja Lain (Yohanes 17:20-26)

Lagu Pembuka
Lihatlah Rumah Allah 
Lihatlah rumah Allah penuh kemuliaan
Dibangun dari batu, Allah perancangnya
Bagi-Mu Allah, kasih dan sembah
lzinkan putra-Mu tenang di rumah-Mu

Megah di puncak Sion Kota-Mu yang kudus
Tersiar dari sana firman-Mu ya Allah
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Kau panggil umat-Mu menjadi saksi-Mu
Hanyalah atas Yesus, Gereja dibangun

Hanyalah dalam Dia damailah hatiku
Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Bertumpu pada-Mu tcguhlah hidupku Lihatlah kemah Allah di bumi terbentang
Antara manusia tampaklah tanda-Nya

Bagi-Mu Allah puji dan sembah
Dampingi umat-Mu berjuang dan menang
Umat-Mu berziarah pimpinlah ya Tuhan Topanglah sampai tiba di rumah surgawi Bagi-Mu Allah puji dan sembah Izinkan putra-Mu tenang di rurnah-Mu

Tanda Salib-Salam-Doa
P Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U Amin.
P Tu ha n sertamu. Dan sertamu juga.

Pengantar 
P Rekan-rekan muda terkasih dalam Kristus, setelah merenungkan tentang dialog dengan kemiskinan, dengan budaya kita sendiri, dan dengan kemajemukan agama yang ada di sekeliling, kini kita hendak melihat dialog dengan saudara-saudari dari Gereja non-Katolik. Mengapa ini penting? Dalam konteks dialog antar agama, semua Gereja Kristiani seringkali disamaratakan sedangkan senyatanya ada sejumlah perbedaan yang bahkan mendasar. Mengingat bahwa perbedaan itu senyatanya ada, kini kita luangkan waktu untuk secara khusus merenungkan dialog dengan mereka. Mari kita mulai renungan kita dengan doa pembuka.

Doa Pembuka
P Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu dan menyala-kan di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah maka semuanya akan dicipta kembali.
U Dan Engkau akan membaharui muka bumi.
P Marilah kita berdoa
U Ya Allah, Engkau telab mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Rob yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijak-sana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya, demi Kristus, 'Alban kami.
P Amin.

Bacaan: Yohanes 17:20-23 
Salah satu peserta membacakan kutipan Kitab Suci.

20Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku rnelalui pernberitaan mereka; 21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 22Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka menjadi satu dengan sempurna, agar dunia tabu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. 24Bapa, Aku ingin supaya mereka, yang Bapa berikan kepada-Ku, ada bersania-Ku di tempat Aku berada, supaya mereka melihat keagungan-Ku; yaitu keagungan yang Bapa berikan kepada-Ku, karena Bapa mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 25Bapa yang adil! Dunia tidak mengenal Bapa, tetapi Aku mengenal Bapa; dan orang-orangini tabu bahwa Bapa mengutus Aku. 26Aku sudah menyatakan nama Bapa kepada mereka; dan Aku akan terus berbuat begitu, supaya kasih Bapa kepada-Ku tetap di dalam hati mereka dan Aku bersatu dengan mereka." 

Penjelasan 

  1. Teks yang baru saja kita dengarkan berisi permohonan Yesus akan kesatuan para murid-murid-Nya. Yesus menghendaki kesatuan di antara semua saja yang percaya pada-Nya. Dalam perjalanan sejarah, kesatuan itu telah tercabik-cabik oleh berbagai perbedaan. Gereja-gereja terpisah satu sama lain atas dasar berbagai alasan. Perpecahan bahkan terus terjadi hingga saat ini. 
  2. Menjadi jelas bahwa dalam konteks Gereja Indonesia, Kabar Sukacita mesti diwartakan dalam pluralitas Gereja-gereja. Seperti sudah disinggung pada awal, kalau orang sempat mengunjungi Gereja Makam Suci (Church of' the Holy Sepulcher) di Yerusalem akan terasakan sesualu yang amat ironis. Di tempat di mana Sang Penebus menjalankan karya penyelamatan Allah dengan menyerahkan diri-Nya di kayu salib, di tempat itulah perpecahan umat kristiani amat kentara. Sejak tahun 1862, pemeliharaan Gereja Makam Suci ini menjadi tanggungjawab tidak kurang dari enam denominasi Kristen, yaitu Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Armenia, Gereja Katolik Roma, Gereja Koptik, Gereja Ftiopia, dan Gereja Ortodoks Siria. Gereja yang luar biasa ini dibagi sangat ketat menjadi enam area. Pelanggaran batas ini bisa menimbulkan konflik berdarah di antara orang Kristiani sendiri. Begitu gentingnya suasana sam pai-sampai kunci pintu Gereja Makam Suci ini sejak berabad-abad justru dipercayakan kepada dua keluarga Muslim untuk menjaga kenetralannya. 
  3. Konsili Vatikan II dengan tegas menggambarkan situasi ini sebagai perpecahan yang "terang-terangan berlawanan dengan kehendak Kristus, dan menjadi batu sandungan bagi dunia, serta merugikan perutusan suci, yakni mewarta-kan Injil kepada semua makhluk" (UR 1). 
  4. Tidak mengherankan dan memang tidak bisa terhindarkan bahwa pewartaan tentang Yesus Kristus ini seringkali akhir-nya juga disampaikan kepada mereka yang sudah beriman kepada Yesus Kristus. Istilah yang seringkali muncul adalah "memancing di kolam orang". Dalam situasi demikian, tidak jarang perbedaan, yang seringkali diaitikan sebagai kelebihan yang satu dibandingkan dengan denominasi yang lain, semakin ditonjolkan dan ditampakkan, bahkan kadang-kadang dimanfaatkan sebagai sarana persuasif dan provokatifi 
  5. Untuk mendukung dialog, pada level yang tidak banyak berurusan dengan hal-hal yang berbau teologis-dogmatis, mungkin pembicaraan akan lebih efektif jika diarahkan pada hal-hal konkret yang bisa dikerjakan bersama dengan saudara-saudara dari Gereja lain supaya bisa terbangun bonum commune atau kebaikan bersama. Perbedaan-perbedaan yang ada baiklah dikesampingkan terlebih dulu untuk mem beri tempat pada persamaan yang nnenghasilkan buah untuk melindungi kepentingan bersama.

Sharing

  1. Apakah selama ini saya sadar bahwa senyatanya ada perbedaan di antara Gereja-gereja? 
  2. Adakah saya sudah mengupayakan untuk menjadi terbuka dan bekerjasama dengan Gereja-gereja di sekitar saya? 
  3. Apa yang bisa diupayakan di masa mendatang, terkait dengan hubungan dengan Gereja-gereja lain?

Kesimpulan 

  1. Kesatuan sebagai sesama pengikut Kristus hendaknya kita sadari sebagai bukti nyata iman kita. 
  2. Berbagai kesulitan yang ada karena ketertutupan pi-hak-pihak tertentu atau mungkin ketertutupan hati kita karena merasa diri paling benar pelan-pelan harus dikikis. 
  3. Perbedaan ajaran yang ada tak mesti ditonjol-tonjolkan. Ada banyak hal yang bisa dikerjakan bersama lepas dari perbedaan ajaran. 


Doa Penutup
Antifon: 
Tuhan akan menudungi engkau dengan kepak-Nya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bapa Kami

Berkat

P Tuhan beserta kita
Sekarang dan selama-lamanya
Semoga saudara sekalian senantiasa dilindungi dan dinaungi oleh berkat Allah yang mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
U Amin.

Lagu Penutup

Gereja Bagai Bahtera 
Gereja bagai bahtera di laut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Mengamuklah samudera dan bagai menderu,
gelombang zaman menghempas dan sulit ditempuh.
Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih.
Berapa lagi jauhnya labuhan abadi?

Ref : Tuhan tolonglah! Tuhan, tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak, Ya, Tuhan tolonglah.

Gereja bagai bahtera diatur awaknya.
setiap orang bekerja menurut tugasnya.
Semua satu padulah, setia bertekun
demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh.

Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk
di dalam kasih dan iman dan harapan yang teguh.
Gereja bagai bahtera di taut yang seram,
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah, kau tak sendirian,
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan.
Bersama-sama majulah, bertahan berteguh,
tujuan akhir Tuhanlah, labuhan yang teduh.

Gereja bagai bahtera di taut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Hai kau yang takut dan resah kau tak sendirian
teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan
Bersama-sama majulah bertahan berteguh
tujuan akhir Tuhanlah, Labuhan yang teduh.

Download Bahan pendalaman Kitab Suci OMK 2018

Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar