Kutemukan Kekuatan setiap kali aku bertemu dengan Tuhanku | Sarasehan Sinode 1


Sarasehan Sinode I
"Kutemukan kekuatan setiap kali aku bertemu dengan Tuhanku"

Dulu, aku biasa mampir ke gereja untuk sekadar berdoa di depan Sakramen Maha kudus, atau di taman doa setelah pulang kerja. Kebiasaan ini membuatku mampu berpikir jernih saat ada masalah yang tiba-tiba mengganggu. Kebiasaanku membaca Kitab Suci dan renungan singkat sebelum tidur juga kutinggalkan karena seperti jadi beban buatku. Apalagi kegiatan ziarah ke gua Maria atau tempat ziarah lainnya. Kegiatan ini dulu sangat kusukai karena bisa berkumpul bersama-sama dengan teman-teman atau keluarga. Ekaristi menjadi rahmat terbesar dan harapan yang diberikan Tuhan, dan menjadi peristiwa utama bagiku sebagai seorang katolik.


Sarasehan Sinode 1 telah diadakan pada hari Kamis (3/3) bertempat di Joglo Antonio dengan tema "Kutemukan kekuatan setiap kali aku bertemu dengan Tuhan". Kata 'Sinode' berasal Dari dua Kara yunani π’”π’šπ’ (=π’ƒπ’†π’“π’”π’‚π’Žπ’‚) 𝒅𝒂𝒏 𝒉𝒐𝒅𝒐𝒔 (=𝒃𝒆𝒓𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏). Maka dengan SINODA dimaksudkan sebagai undangan bagi segenap pribadi anggota Gereja untuk bersama-sama saling mengungkapkan pikiran dan gagasan, saling berdialog & mendengarkan, dan akhirnya melangkah bersama mewujudkan kehendak Allah. Sinodalitas menjadi begitu penting dan ditekankan karena merupakan " modus vivendi (cara hidup) dan modus operandi (cara bertindak)" Gereja.

Pertemuan pertama ini dihadiri oleh 20 perwakilan lingkungan dari 22 lingkungan yang ada di paroki Nandan, 10 orang anggota DPH, dan 2 orang Pastor paroki, 1 Bruder. Pada Pertemuan kali ini yang dilaksanakan dengan diskusi kelompok berdasarkan kelompok wilayahn (Wilayah Utara, Timur, Selatan, Tengah, dan Barat), para peserts terlibat aktif dan penuh antusias saling membagikan pengalaman mereka dalam menghidupi tradisi ibadat. Setelah diskusi dilanjutkan dengan pemaparan hasil diskusi masing-masing kelompok dan diakhiri dengan kesimpulan/ benang merah diskusi oleh facilitator pertemuan. Inilah salah satu langjah perwujudan Gereja Sinodal yakni bersekutu, berpartisipasi, dan akhirnya siap bermisi. Viva EcclessiaπŸ’“πŸ’“πŸ’“









Galeri foto : klik di sini

Posting Komentar

0 Komentar