Kerja Bakti Menjelang HUT Paroki : Umat Nandan Tunjukkan Kepedulian



Suasana kekeluargaan dan semangat gotong royong menyelimuti kompleks Gereja St. Alfonsus Maria de Liguori Nandan, Sleman, pada 26 Juli 2026. Umat dari berbagai lingkungan memadati area gereja untuk berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja sebagai bentuk persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Nandan yang jatuh pada 1 Agustus 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian acara HARPA (Hari Raya Paroki) yang sudah beranjak sejak 12 Juli 2026. Sebagai wujud syukur dan partisipasi nyata, umat diajak untuk bersama-sama membersihkan dan merapikan area pastoran, taman doa, hingga bagian dalam gereja, agar tempat ibadah dan pelayanan semakin layak dan nyaman digunakan untuk memuliakan Tuhan.

 


Acara kerja bakti di mulai dengan Grand Opening HARPA pada pukul 09.00, dilanjutkan dengan kerja bakti pada pukul 10.00 hingga selesai. Umat sudah mulai berkumpul dengan membawa peralatan kebersihan seperti sapu, kain pel, ember, dan alat kebersihan lainnya. 

Kegiatan kerja bakti berlangsung dengan suasana yang akrab dan santai. Hal ini berbeda dengan suasana yang terbentuk dalam Misa–hening dan khidmat. Inilah sebuah kekhasan dari acara kerja bakti Paroki Nandan. Para umat tidak sekedar membersihkan Gereja sebagai kewajiban, namun sebagai wujud nyata dari spiritualitas kerja. Membersihkan gereja bukan sebagai beban, tetapi sebagai bentuk cinta dan pengabdian kepada Allah. 

 


Kegiatan kerja bakti ini dihadiri oleh umat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Tidak hanya itu, Rm. A. G. Luhur Prihadi, Pr., tim gereja, serta tim Komunikasi Sosial Paroki Nandan ikut serta melayani. Dengan hati yang tulus dan penuh semangat, mereka turut serta membersihkan area gereja. 

 

Terdapat umat yang menyiram tanaman di halaman, mengelap kaca-kaca di dalam gereja, menyapu area pastoran, hingga membersihkan kursi-kursi yang digunakan untuk perayaan Misa. Para remaja juga tak kalah antusias dalam membantu kegiatan ini.

Perbedaan usia tidak menjadi hambatan, semua bekerja sama dengan akrab dan efisien untuk menciptakan lingkungan gereja yang bersih dan nyaman. Mereka dengan sigap membantu mengangkat barang-barang, membersihkan kaca, dan membersihkan area taman doa. 

 


Ketika umat menikmati proses membersihkan dan gotong royong, mereka sedang menghayati makna bahwa setiap karya, sekecil apa pun, memiliki nilai di hadapan Allah. Dalam tradisi Gereja, kerja keras yang dilakukan dengan sukacita adalah doa yang hidup, karena melalui karya itulah umat menghadirkan kasih Allah dalam dunia.

Semangat kebersamaan ini menjadi cerminan nyata dari iman yang hidup dalam tindakan, sebagaimana diajarkan oleh Gereja.
(Joyceline)

Link Foto Kerja Bakti Harpa: klik di sini

Posting Komentar

0 Komentar