Hari Paroki (HARPA) Nandan ke-14 menyajikan rangkaian acara yang telah berlangsung sejak 26 Juli 2026. Salah satunya adalah Parade Gamelan yang digelar pada Jumat (31/7/2026) pukul 18.30 WIB setelah acara Tebus Murah, melengkapi maraknya perlombaan permainan tradisional.
Parade Gamelan digelarkan oleh sembilan kelompok seni karawitan dari Pemerintah Kabupaten Sleman : Sekar Mulyo Laras, Laras Budaya, Laras Citananda Remaja Paroki, Lestari Budaya, Sri Gumawang, Ngesti Laras Budaya, Gita Wilasita, Suara Lana Lawu asal Karanganyar, serta Laras Sembada.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kamituwa Kelurahan Sinduadi Hadiyan, Romo Paroki, A.G. Luhur Prihadi, Pr., Romo Modestus Supriyanto, serta para kepala dukuh dari wilayah Gemawang, Kragilan, Nandan, dan Pogung. Umat gereja dan warga sekitar juga turut ikut berpartisipasi dan memeriahkan suasana.
Halaman Gereja Santo Alfonsus Nandan dihiasi dengan teras megah, ornamen warna-warni, serta kemeriahan para penampil. Acara dibuka dengan penampilan tari tradisional yang diiringi gamelan. Para penari tampil mengenakan atasan batik hijau riang, jarik kawung, setagen jingga, serta cendhul menthul sebagai hiasan kepala.
Para pengrawit mengenakan beragam pakaian adat, mulai dari surjan hijau berpadu blangkon, pakaian akulturasi, hingga kebaya kuning. Seni gamelan ini dimainkan secara lintas generasi, melibatkan warga senior hingga remaja paroki. Acara tersebut juga disemarakkan dengan penabuhan kentongan.
Pada saat sambutan Romo Paroki, Romo A.G. Luhur Prihadi, Pr, menegaskan kembali tema HARPA pada tahun ini, yaitu “Gereja yang Semakin Inkulturatif dan Mensejahterakan Masyarakat”.
"Gereja seyogianya menjadi wadah inkulturasi, agar budaya lokal dapat menyatu dengan kehidupan menggereja. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan harmonis antara umat dan masyarakat, serta membangkitkan semangat pelestarian budaya sebagai warisan luhur bangsa" ucap Romo Luhur.
Kamituwa Kelurahan Sinduadi, Hadiyan, menilai bahwa parade gamelan ini menguatkan posisi Sinduadi sebagai Kelurahan Berbudaya.
“Kegiatan budaya seperti parade gamelan dan pertunjukan seni memperkokoh kedudukan Sinduadi sebagai Kelurahan Budaya,” kata Kamituwa Kelurahan Sinduadi, Hadiyan. Menurutnya, kriteria Kelurahan Budaya mencakup lima elemen utama, yakni adat dan tradisi; kesenian dan permainan tradisional; bahasa, sastra, dan aksara; kerajinan, kuliner, dan pengobatan tradisional; serta penataan ruang, bangunan, dan warisan budaya.
Rangkaian acara ini ditutup dengan penyerahan sertifikat. Momen ini menjadi simbol bahwa layaknya alunan musik tradisional, setiap bunyi memiliki ritme tersendiri yang akan menghasilkan keindahan melalui harmoni dan kerja sama.
Tak sekadar merawat budaya dan warisan leluhur, acara ini menjadi ruang untuk merekatkan kebersamaan di tengah perbedaan. Nilai-nilai seperti kerukunan, disiplin, dan gotong royong pun dihadirkan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama. (31 Juli 2026)
Link Foto Parade Gamelan Harpa: klik di sini

0 Komentar