Paroki Nandan menerima kunjungan akademik dari Mahasiswa Baru UIN - Sekolah Toleransi dalam rangka untuk memperdalam pemahaman mengenai ajaran, tradisi, dan kehidupan umat maupun imam Katolik. Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 29 September 2026 setelah Misa pagi rutin pada pukul 08.00. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat dialog.
Deretan mahasiswa datang membawa senyuman dan rasa ingin tahu yang khas di bawah terik matahari yang tertuang lembut menyelimuti Gereja. Dengan buku tulis dan pulpen di tangan, para mahasiswa disambut oleh WAKA II, Bapak Thomas Rasul, dengan penuh kesukacitaan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penerimaan yang hangat sekaligus mendukung kegiatan akademik yang dapat mempererat hubungan dan membangun pemahaman antarumat beragama.
Para mahasiswa yang berkunjung, berjumlah mencapai lebih dari 25, kemudian diarahkan menuju bagian bangunan utama gereja. Kegiatan ini menghadirkan Romo Paroki Nandan : Romo A.G. Luhur Pribadi, Pr. sebagai narasumber. Melalui pemaparan dan dialog, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai ajaran serta praktik kehidupan dalam Gereja Katolik.
Sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif. Para mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan, dan setiap pertanyaan dijawab dengan penjelasan yang terperinci agar dapat dipahami dengan baik.
Beberapa topik yang dibahas meliputi makna Tritunggal Mahakudus, ajaran tentang pengampunan “tujuh puluh kali tujuh kali”, serta alasan mengapa seorang Romo tidak menikah, sedangkan pendeta dalam tradisi tertentu dapat menikah.
Sesi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali lebih dalam rasa ingin tahu mereka, di mana pertanyaan-pertanyaan yang unik dan pribadi dapat dijawab dengan sebaik-baiknya..
Dialog tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk memahami ajaran Katolik secara langsung dari para imam. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka, sikap saling menghormati, dan semangat persaudaraan antar umat beragama.
Kunjungan mahasiswa Jurusan Perbandingan Agama ini diharapkan dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna serta memperkuat nilai toleransi dan dialog lintas iman di tengah masyarakat.
(Jocelyne)

0 Komentar