Spiritualitas Berdoa - Jaringan Kerasulan Doa



Dalam mengembangkan iman dalam doa dan mempererat jaringan persaudaraan antar kelompok-kelompok yang ada di Paroki Santo Alfonsus Nandan, diselenggarakan pertemuan dengan tema "Spiritualitas Doa", yang berlangusng pada hari minggu pagi (26/06/2016) di Joglo Antonio.


Sebagai nara sumber pertemuan ini adalah Romo Gregorius Kriswanta Pr.


Romo Gregorius Kriswanta Pr menjelaskan bahwa ada dua segi Iman, yaitu :

Ungkapan iman :
Suatu aktivitas yang menunjukkan relasi antara manusia dengan Allah (berdoa, ibadah)

Wujud iman :
Suatu aktivitas yang menunjukkan bahwa manusia sedang berelasi dengan sesamanya yang dicerminkan melalui tindakan baik.

Berdoa menurut Perjanjian Lama
Kej. 20:17 Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak.

Kej. 8:30 Sesudah itu keluarlah Musa meninggalkan Firaun, lalu berdoa kepada TUHAN.

II Raja. 4:33 Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehinga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.

Berdoa menurut Perjanjian Baru
Mrk. 1:35  Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar.  Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana.

Luk. 2:37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun.  Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan sian g malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

Mat. 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tepmat tersembunyi.  Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Mat. 6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.  Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Berdoa Ajaran Gereja
Theresia lisieux : "Doa bagiku adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan".

Doa sebagai anugerah Allah :"Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau suatu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik".
Dari mana kita berbicara kalau kita berdoa? 
Mz. 130:1 Dari ketinggian kesombongan dan dari kehendak kita ke bawah atau dari "jurang" hati yang rendah dan penuh sesal?
siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan.

Berdoa
Kerendahan hari adalah dasar doa, karena "kita tidak tahu bagaimana sebenarnya kita harus berdoa" (Roma 8:28).
Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: di depan Allah, manusia adalah pengemis.

Doa adalah hubungan yang hidup anak-anak Allah dengan Bapanya yang tidak terhingga baiknya, bersama putera-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus.

Kehidupan doa berarti bahwa kita selalu berada dalam hadirat Allah yang tiga kali kudus dan dalam persatuan dengan Dia.  Doa itu kristen, sejauh ia merupakan persekutuan dengan Kristus dan menyebar luas di dalam Gereja, Tubuh Kristus.  Ia merangkum segala sesuatu, sama seperti cinta kasih Kristus.

Doa adalah relasi, bercakap-cakap dengan Tuhan.
Berbicara dengan Tuhan berarti ada unsur dialog, proses berbicara dan mendengarkan.

Medianya yang utama berbicara dengan hati.

Hati yang dibutuhkan adalah yang rendah, seperti pengemis di hadapan Tuhan.

Caranya tersembunyi, personal, pribadi dan eksklusif antara aku dan Tuhan.

Cara lain, semata-mata sebagai usaha manusia untuk keteraturan dalam kebersamaan, untuk mempermudah menjalankan.  Jadi cara tidak bisa dimutlakkan, orang boleh memilih yang cocok.






Share on Google Plus

About Paroki Nandan

0 komentar:

Posting Komentar